Imunisasi 0-11 bulan si Yasashii Hana

Alhamdulillah udah lengkap imunisasi  tahun pertamanya si bayi, ada Hib 3x, PCV 3x, DPT-IPV 3x, BCG 1x, Hep B 3x( yang hep B ini bayar 5400 yen/kali)= Total 13x suntik.. Buanyak bangeet yaa.. itu karena Jepang jarang ada vaksin kombo huhuhu. Vaksin yang gak diambil di tahun pertama ini si vaksin rotavirus, bukan karena harga yang mahal utamanya, kalo gratis mungkin langsung ambil sih hehehe ( sekitar 3 jutaan untuk 2x rotarix atau 3x rotateq, mahal bangeet padahal di Indonesia paling cuma 300ribuan sekali vaksin rota) , tapi karena saya kelamaan galau sama resiko kipi, yang akhirnya memutuskan setuju buat vaksin tapi sayangnya usia saat itu udah mepet sama batas maksimal si vaksin rotavirus dosis pertama ( 14 minggu 6 hari) dan kalo dipaksain bikin jadwal vaksin selanjutnya kacau.. 



Jepang sendiri punya aturan jeda vaksin yang beda dengan Indonesia dan CDC, seperti kalau imunisasi gak simultan/gak bareng, antar vaksin inaktif ( PCV, Hep B, Hib, DPT-IPV) harus jeda 1 minggu. Misal hari senen vaksin PCV dan Hib, kalo mau vaksin lagi harus minimal hari senen depannya. Dan jeda setelah vaksin hidup ( rotavirus, BCG, varicella, MR, mumps) ke vaksin berikutnya ( mau inaktif atau hidup) 4 minggu/28 hari. Aturan tsb beda dengan yang indonesia dan CDC pakai. Tentang aturan imunisasi secara umum bisa dibaca disini yaGeneral rule vaccine. Bisa juga baca tulisan saya tentang Imunisasi anak IDAI *duh jadi keinget utang nulis artikel lain :D*

Oiya, berbeda dengan Indonesia yang imunisasi gratis biasanya dilakukan di posyandu atau puskesmas, kalo di Jepang gratis meskipun di klinik/ RS ( kecuali BCG -di health center). Hanya saja harus membawa kupon. Nah kupon imunisasi gratis ini di dapat saat apply pendaftaran kehamilan atau bisa minta ke health center. Berdasarkan pengalaman, beda kota beda juga kupon yang dipakai ( misalnya kupon imunisasi Sapporo gak berlaku untuk imunisasi di Tokyo, karena itu kami minta  lagi ke health center terdekat dari tempat tinggal kami di Tokyo ). Di kupon itu ada juga pertanyaan yang harus diisi ttg anak kita sebelum vaksin, seperti nama, berat lahir, alergi, riwayat sakit, dll, semacam informed consent ( persetujuan tindakan). Selain kupon biasanya dapat jugalist klinik-RS mana saja yang menerima si kupon dan vaksin apa aja yang tersedia di klinik-RS tsb.

Kita boleh milih dimana aja klinik/RS tempat vaksinnya,  asal ada di list yang dikasih, atau bisa tanya RS/kliniknya. Hehehe kalo saya total 13x suntik di 4 tempat berbeda (2 di RS Sapporo, 1 di Health Center Kita-ku,  1x suntik di klinik di Tokyo) tergantung mood dan sesuai dengan waktu aja hehe.. Kupon dan boshitecho jangan lupa hehe.. Tanpa bawa kupon, alamat pulang lagi aja, imunisasi gratisnya gak bisa dilakukan soalnya.
Kalo menurut saya di Jepang ini sistemnya itu si klinik/RS nerima kupon gratis vaksin dari pasien terus mereka minta reimburse ke pemerintah. Tetapi  itu hanya pemikiran saya saja, belum pernah tanya langsung, hehe *sotoy*
Nah lengkap tahun pertama,  selanjutnya imunisasi tahun ke 2, ada MR, mumps (bayar), varicella, ulangan/booster Hib, PCV dan DPT-IPV total 6x suntik.. tapi rencana mumpsnya gak saya ambil (ntah kalo rencananya berubah hehe), nanti aja bareng ulangan MMR di Indonesia usia 5 tahun. Yosh..ganbare ya, Nak.. Selain berdoa, kita ikhtiar juga buat sehat
 
 
Tokyo, 16 Feb 2016
 Di malam hari yang dingin 8 derajat celcius ( feel like 4 ), berangin-angin.. Bsk siap2 angin kencang lagi deh..
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s