Jalan-Jalan ke Taiwan 3D2N

image
famous tourist spot in Taipei

Day 1-  2016/05/20

 ( Taipei Grand Mosque-Daan Park- Taipei 101- Chiang Khai Shek Memorial Hall- Ximending Night Market)

Alhamdulillah pesawat ontime, kami berangkat dari Tokyo pukul 05.55 ( waktu Jepang) dan tiba di bandara Taoyuan sekitar jam 08.25 pagi waktu setempat ( beda 1 jam lebih lambat dari Jepang). Bandaranya terlihat lebih sepi di banding Haneda. Kami mampir sebentar ke toilet, ternyata bagus dan canggih juga toiletnya mirip Jepang. Bahkan tisunya bisa keluar sendiri.

Setelah itu, segera keluar imigrasi (agak ngantri bentar) dan menuju tempat penukaran uang. Ratenya lebih bagus dibanding menukar di bandara Haneda, tapi saya lupa dapet rate berapa hehehe..

Akses dari dan ke bandara Taoyuan

Rencana pertama di hari itu tentu saja mengantar suami untuk sholat Jumat di Masjid Agung Taipei yang merupakan masjid terbesar di Taiwan. Dari bandara Taoyuan, kami harus menuju ke Taipei Main Station yang merupakan pusat dari MRT dan kereta. Dari bandara Taoyuan, kita dapat memilih untuk naik Kuo Kuang bus seharga 125 NTD (40 menitan) atau THSR (Taiwan High Speed Railway, shinkansen ala Taiwan ) seharga 160 NTD ( 23 menit) namun untuk naik THSR ini kita harus menuju Taoyuan Station yang dapat ditempuh dengan UBUS sekitar 10-12 menit (30NTD) dari bandara Taoyuan. Jadi secara umum mau naik bus atau THSR waktunya mirip aja.

Kami memilih berangkat naik Kuo Kuang Bus dan saat pulang nanti akan mencoba THSR karena lumayan murah jika dibandingkan shinkansen Jepang, ya memang bagusan punya Jepang sih keretanya dan di Jepang jalur shinkansen di atas jadi bisa lihat pemandangan, kalo THSR Taipei-Taoyuan kemarin lebih banyak di bawah tanah.

Sholat jumat di Masjid Agung Taipei dan Rute MRT di Taipei

Sekitar jam 10an kami naik bus dan sampe di Taipei Main Station (TMS) jam 11an. Huah cukup panas dan lembab udara Taiwan, padahal hanya kisaran 25-28 derajat namun teraa amat gerah (humidity tinggi). Dari TMS kami menaiki MRT dan berhenti di MRT Daan Park. Dari MRT Daan Park jalan sekitar 12 menit ke Masjid Agung Taipei. Keluar MRT Daan Park, kami disambut icon Taipei yang terkenal itu Taipei 101 yang merupakan gedung tertinggi ke 2 setelah Dubai. Percayalah kami pun baru tahu ada yang namanya Taipei 101 setelah membeli tiket pesawat hahaha

Jalur MRT di Taipei tidak serumit subway Tokyo kok, yang penting selalu bawa/ simpan petanya saja, di stasiun juga selalu ada petunjuk yang jelas tentang arah-arahnya

image
diambil dari sini

image

image

Khutbah solat Jumat di masjid Agung Taipei dimulai pukul 12.16 cukup lama dan berbahasa China. Jamaahnya banyak juga dari Indonesia. Saya dan si kecil menunggu di ruang tempat sholat wanita (lantai 2), dan ternyata banyak juga ibu-ibu yang ikut sholat Jumat. Bahkan di area tempat sholat wanita disediakan tempat duduk bagi ibu-ibu yang kesulitan sholat sambil berdiri.

Sekitar pukul 13.30 sholat pun selesai, para jamaah pun segera menghampiri milk tea dan makanan ringan  yang disediakan. Kami pun ikut mencoba milk tea yang disediakan. Milk tea kayanya terkenal banget di Taiwan ya..

image
Masjid Agung Taipei
image
Taipei, here we come

Ada apa di Taipei 101, Chiang Khai Shek, Ximending Night Market ?

Di perjalanan pulang dari sholat jumat, kami melewati Daan Park, menurut saya tidak terlalu spesial, hanya luas dan banyak orang piknik. Dari MRT Daan Park ini kita juga bisa ambil foto background Taipei 101.

Kami pun melanjutkan perjalanan menuju the most favorit and famous place in Taipei apalagi kalau bukan Taipei 101 yang berada di MRT Taipei 101, hanya sekitar 2 stasiun dari MRT Daan Park (20 NT). Nah untuk hari pertama ini, kami tidak menggunakan one day pass karena setelah dihitung-hitung jauh lebih hemat beli sekali jalan mengingat tempat yang dikunjungi dekat-dekat dan tidak terlalu banyak. Lebih lanjut tentang Taipei One Day Pass bisa dilihat disini.

Untuk naik ke observatory Taipei 101 kita harus merogoh kocek sekitar 500an NT, tapi kami kurang tertarik untuk naik (karena mahal haha) jadi hanya foto sekitar saja. Di dalam bangunan Taipei 101 terdapat mall yang menurut saya mirip seperti mall di Jakarta. Ada juga seperti bangunan tembok berbaris yang sebenarnya berisi tulisan nama-nama orang yang mungkin berjasa dalam pembangunan Taipei 101. Selain itu ada tulisan LOVE yang juga menjadi favorit wisatawan untuk berfoto.

Dari Taipei 101 lanjut ke Chiang Khai Shek Memorial Hall, masuknya juga gratis. Disini kami cuma foto-foto sebentar karena bayi udah semakin rewel kegerahan dan kami pun memutuskan langsung menuju penginapan. Untuk hari pertama ini kami menginap di Hotel Changhua (sekitar 8-10 menit dari MRT Beimen). (baca juga cerita Hotel di Taipei )

Sekitar pk. 19.00, kami keluar hotel dan menuju Ximending Night Market (MRT Ximen). Jaraknya hanya 1 stasiun dari MRT Beimen tapi karena serba nanggung akhirnya kami putuskan perginya jalan kaki sekitar 15 menitan dan pulangnya naik MRT. Si bayi udah pules di gendongan  dari berangkat sampe pulang lagi, hanya kebangun bentar waktu ada music keras banget di night market.

Jadi ada 2 night market yang sangat terkenal di Taipei ( dari banyaknya night market yang ada ya ) yakni Ximending Night Market dan Shilin Night Market. Ximending ini katanya mirip harajuku Jepang, dan seperti pasar malam pada umumnya ada musik, jualan baju, makanan dan sebagainya. Saya gak niat beli apa-apa cuma penasaran aja. Oiya di Taiwan ini banyak banget resto atau toko seperti di Jepang misalnya uniqlo, mister donat, dsb

.

image

Taiwan itu katanya tempat makanan enak lho, tapi karena ragu soal kehalalannya kami sih gak hunting makanan di night market, cuma cuci mata aja

Selama di Taipei ini kami juga terbantu dengan adanya informasi makanan halal yang banyak berseliweran di internet, blog orang, dan juga dari teman.  Ketika saya bilang ke Ega (teman saya sewaktu matrikulasi ppkb yang saat ini sedang kuliah di Taichung) ingin ke Taipei, Ega pun menghubungi Nila yang kebetulan sedang melanjutkan S2 di Taipei dan mengenalkannya ke saya lewat facebook. Makasi ya Nila, Ega atas bantuannya. Beberapa hari saya dan Nila hanya saling mengobrol via chat, saya dan Nila pun akhirnya bertemu di depan Masjid Agung Taipei dengan tidak sengaja, hanya bermodalkan saling senyum ketika bertemu sesama muslimah di negeri rantau, Nila pun menyapa dan menebak apakah itu saya lebih dahulu. Alhamdulillah bertemu kawan baru. Tidak ada yang kebetulan, Allah yang sudah merencanakan.

Day 2-  2016/05/21

 ( Taipei Zoo-Wisata Kuliner- Longshan Temple-Ximen Station (beli oleh-oleh)- Shilin Night Market)

Sekitar jam 8 kurang kami udah checkout dan memulai langkah kami selanjutnya. Tujuan pertama hari ini adalah Taipei Zoo, sekitar 45 menit dari MRT Beimen. Karena ongkos bolak balik Taipei Zoo dan keseluruhan trip di hari ini cukup mahal, kami memilih Taipei One Day Pass. Taipei One Day Pass ini dapat dibeli di semua MRT dan belinya langsung dipetugasnya (bukan di mesin tiket). Ada beberapa macam tiket Pass metro, lebih jelas bisa lihat disini

Di perjalanan menuju stasiun Beimen lagi-lagi kami menemukan beberapa anjing liar (tanpa pemilik ) , tidak mengganggu si namun serem aja. Jadi inget waktu di Bengkulu Utara, anjing liar dimana-mana.

Oiya di Taiwan, ada yang namanya U bike alias penyewaan sepeda yang tersebar diberbagai tempat. Jadi pinjem dan mengembalikan sendiri ke tempat yang disediakan, tapi mohon maaf kurang tau berapa tarifnya karena kami tidak mencobanya. Wifi gratis juga tersebar diberbagai tempat namun harus mendaftar terlebih dahulu. Selama trip ini kami hanya menggunakan wifi gratis yang disediakan hotel tempat kami menginap, selebihnya tanpa internet.

image

Sampai di MRT Beimen kami membeli Taipei One Day Pass seharga 150 NT Saat membeli pass ini, ternyata sedang ada promo,  kami mendapatkan berbagai kupon salah satunya gratis 1 box (isi 5) pineapple cake vigor kobo yang terkenal itu. Kupon bisa ditukarkan di salah satu toko vigor kobo yang tertera di belakang kupon. Lumayan banget karena 1 box pineapple cake isi 10 saja harganya 360 NT, jadi kalo isi 5 berarti 180 NT. Padahal harga tiketnya aja cuma 150 NTD. Haha tau gitu kemarin beli one day pass aja :D.  Kupon lain ada diskon 10% untuk naik Miramar, Taipei 101 observatory, dsb namun kami tidak gunakan.

image
MRT Nanjing Fuxing

Alih-alih ke Taipei zoo, kami malah melipir sebentar di MRT Daan untuk jajan di family mart dan foto background Taipei 101.
Selama perjalanan menuju Taipei Zoo kami cukup menikmati pemandangan yang disajikan, karena MRT jalur ini tidak berada di bawah tanah melainkan seperti jalan layang. Kami tiba di Taipei Zoo sekitar pukul 11 siang, kemudian membeli tiket masuk sebesar 60NT/ orang. Sebenarnya tujuan kami lainnya yakni Crystal Cabin Maokong Gondola yang jaraknya tidak jauh dari Taipei Zoo, namun sayang saat itu sedang ada maintenance sehingga Maokong Gondola ditutup sementara di bulan Mei.

imageimage

Taipei Zoo sangat sangat luas, untuk bertemu binatangnya saja kita harus berjalan masuk cukup jauh, sehingga tentu saja kami tidak memutari kebun binatang tersebut hingga habis karena jadwal wisata kuliner yang telah menanti. Di Taipei Zoo kami hanya ingin melihat koala dan Panda. Oiya ada juga kereta untuk memutari Taipei Zoo, bayar sekitar 5NT/orang, namun karena harus mengantri kami pun mengurungkan niat kami. Sekitar jam 1 siang kami keluar dari Taipei Zoo, tak sabar lagi mencicipi kuliner khas Taiwan. Kalau kamu ke Taiwan, makanan yang gak boleh kamu lewatkan menurut kami Halal Beef Noodle, Bubble Milk Tea, dan Iced shaved Mango di Ice monster yang sangat terkenal itu (baca juga :  wisata kuliner di Taiwan ).

Setelah puas berwisata kuliner, kami mampir (lagi-lagi ) di Sun Yat Sen Memmorial Hall dan ternyata di sini foto dengan background Taipei 101 lebih jelas dan bagus lagi dibanding Daan Park atau Daan. Hari itu di Sun Yat Sen Memmorial Hall cukup ramai, banyak sekali orang dan stand-stand, mungkin karena hari Sabtu atau memang sedang ada acara. Kami tidak masuk ke dalam karena sudah cukup lelah dan ingin segera ke penginapan.

Sekitar pukul 4 sore kami check in di Hotel Shin Shih ( jalan 2 menit dari MRT Shuanglian), dan baru keluar hotel lagi jam 6 sore (baca juga: Hotel di Taipei ). Karena akan ke pasar malam, kami memutuskan pakai gendongan bayi (baby carrier) bukan stroller. Tujuan kami yang pertama Longshan Temple, temple yang cukup terkenal di Taipei. Karena bau dupa, saya dan si kecil yang sedang tertidur di gendongan pun mengurungkan niat masuk ke temple, jadi hanya suami yang masuk ke dalam karena penasaran.  Sebelum ke Shilin Night Market, kami juga mampir sebentar di MRT Ximen station untuk beli oleh-oleh khas Taiwan dan nukerin kupon Vigor Kobo.

Shilin Night Market, terletak tidak jauh dari MRT Jiantan. Tidak perlu bingung kemana harus berjalan setelah keluar stasiun , cukup ikuti saja arus orang-orang berjalan. Shilin Night Market merupakan pasar malam yang cukup terkenal  dikalangan traveler, tak heran setiap hari selalu ramai di sini. Ada yang menjual makanan, baju, dan sebagainya. Seperti biasa kami cuma penasaran dengan night market khas Taiwan dan tidak berniat mencari kuliner, apalagi karena di Taiwan ini kan bukan negara mayoritas muslim sehingga banyak sekali makanan mengandung babi/minyak babi ataupun daging/ayam (tidak halal/tidak disembelih) sehingga dari pada pusing kalo makan harus nanya dengan bahasa yang gak dimengerti. Suami sempat nyangkut bentar di gerobak yang jual buah-buahan tropis, ada mangga, jambu, buah naga, duren dan lain-lain. Akhirnya malam itu malah beli buah naga merah, jambu biji dan bubble milk tea. si kecil doyan banget sama buah naga, haha pertama kali si dia makan buah itu karena di Jepang kan gak ada. Jam 9an kami udah sampe hotel lagi, namanya bawa anak jadi gak bisa malem-malem, kasian capek.

Day 2-  2016/05/22

 ( Yehliu Geopark )

Ini hari terakhir di Taiwan, huhuhu… Rencananya hari itu kami akan mengunjungi Yehliu Geopark-jalan-jalan santai di TMS dan tentu saja pulang. Pukul 09.00 pagi kami sudah checkout hotel, stroller kami titip di hotel karena takut di yehliu ribet, karena di Yehliu Geopark juga gak full stroller friendly.  Dari MRT Shuanglian, menaiki kereta ke arah TMS (Cuma 2 stasiun) untuk naik Bus Kuo Kuang arah Yehliu. Naiknya dari Taipei West Bus Station ya, jadi keluar TMS . jalan beberapa menit. Tiba di sana langsung ke tempat pembelian tiket, harga tiketnya 96 NT one way, baiknya langsung beli PP karena ditiket gak ditulis jam berapa busnya atau pakai easy card juga bisa. Kalau nanti gak beli tiket pulang sekalian, pengalaman kemarin saat naik bus dari Yehliu Geopark kita akan membayar 100NT karena pak sopir gak punya kembalian

Perjalanan ke Yehliu memakan waktu sekitar 1 jam 20 menit. Pukul 11 lebih kami sampai di bus stop Yehliu lalu jalan sekitar 15 menit ke tempat wisatanya. Ramai banget waktu kami berkunjung ke sana, dan ada banyak sekali orang Indonesia, jadi jangan kaget, di Taiwan itu banyak banget orang Indonesia hehe.

image

Yehliu Geopark  merupakan objek wisata alam yang berada di pinggir laut. Di sana terdapat berbagai bentuk batu sedimentas alami dari laut, ada yang bentuknya seperti jamur, dsb. (website Yehliu Geopark bisa dilihat di sini ). Tempatnya juga luas sekali. Kami hanya punya waktu 2 jam sehingga kurang puas dan tidak cukup bagi kami mengeksplor atau melihat semua bentuk batunya terlebih si bayi mulai rewel bosan.  Oiya di Yehliu Geopark ini kita juga tidak boleh memegang batunya apalagi menduduki batunya. Namun sayangnya banyak banget yang melanggar padahal kan harusnya dijaga bareng-bareng objek wisata alam yang bagus ini. Being Good Traveller, please..

Setelah puas foto-foto dan waktu menunjukkan pukul 1 siang, kami pun beranjak keluar menuju Yehliu Bus Stop. Saya agak heran kenapa sejak tadi banyak yang pakai baju kembaran merah di jalan-jalan, ternyata oh ternyata hari itu hari syukuran laut… jadi ramai, ada parade dan yang paling gak saya suka itu ada banyak petasan dimana-mana, kasihan dong si kecil dengar suara petasan kencang terus. Saya pun segera bergegas, agak lari supaya jauh dari suara petasan. Sampai di Bus stop ketemu beberapa orang Indonesia lagi yang sudah beberapa tahun kerja di Taiwan, ngobrol dan agak lama bus pun datang. Rebutan masuknya karena penumpang sudah numpuk, untung kami masih dapet tempat duduk.  Di Taiwan ini banyak sekali pekerja dari Indonesia terutama orang Jawa, sehingga berasa banget kaya di Indonesia hehe terlebih di Taipei main station pada saat weekend, penuh orang Indonesia..

image

Sampai TMS jam 2 siang, kelaperan langsung nyari restauran halal di TMS (baca juga : wisata kuliner di Taiwan ), kenyang, semangat lagi deh. Beli tiket THSR 160 NT/ orang tujuan Taoyuan station, berangkat jam 5.15 sore. Setelah itu suami ngambil stroller di hotel, sedangkan saya nunggu di lobi TMS yang  udah banyak banget orang Indonesia duduk-duduk.

image

Pukul 20.45 (waktu Taiwan ) pesawat akhirnya take off dan jam 1 dini hari kami pun kembali tiba di Haneda.. Kereta baru ada jam 5.18 menit jadi saatnya bobo/ jalan-jalan bentar di bandara. Bandara Haneda ini buka 24 jam dan banyak disediakan bangku-bangku yang kalo tengah malem full orang pada tidur hehehe,,

Poin-poin tentang Taiwan, khususnya Taipei

Selama 3 hari trip ini, ada beberapa poin-poin tentang Taiwan menurut kami ( sedikit dibandingkan dengan Indonesia dan Jepang tempat kami berdomisili saat ini ):

  1. Mata uang Taiwan kadang ditulis NT, TWD atau yuan yang intinya artinya sama aja, gak usah bingung.
  2. Untuk membeli tiket MRT atau bus kuokuang di mesin hanya bisa menggunakan uang coin dan uang kertas 100 NT, pecahan uang lebih dari 100NT tidak bisa digunakan. Pecahan uang lebih 100 NT bisa digunakan untuk yang lain seperti, membayar tiket pass di petugas, jajan atau bayar hotel.
  3. Menurut kami Taiwan sedikit mirip Indonesia, banyak bus dimana-mana (tapi gak ada angkot ding), harga transport dan makanan lebih mahal sedikit drpd Indonesia, lebih murah dari Jepang, banyak pasar malam juga.
  4. Taiwan, walaupun di pusat kotanya, banyak bangunan lama, tua, berkarat dan bahkan bangunan yang sudah ditinggalkan., beda dengan Jepang yang pusat kotanya lebih modern, dan rapi.
  5. Di Taiwan juga banyak apato/ rumah susun seperti di Jepang tapi bangunannya keliatan tua dan lama.
  6. Ada lampu merah tanda orang berhenti dan jalan mirip seperti di Jepang. Stasiun MRTnya juga gak kalah dengan Jepang, modern dan bagus, sepertinya juga masih baru. Kalo di Jepang subway single journey pake tiket, di Taiwan pakai bentuk koin plastik.
  7. Bawa payung kapanpun ke Taiwan karena cuaca mudah berubah. Taiwan pada musim panas, terasa panas dan lembab/ gerah karena humidity tinggi. Cuaca gak beda jauh dengan Jakarta sepertinya ya.
  8. Secara umum orang-orang di Taiwan mirip dengan Jepang dalam hal antri, suka menolong, kesopanan,  dan ramah/ baik terhadap orang asing walaupun untuk masalah pelayanan orang Jepang belum ada yang ngalahin.
  9. Di stasiun MRT tidak boleh makan-minum, akan ada petugas yang mendatangi kita kalau melanggar bahkan ada denda ( pengalaman 1 kali waktu nyuapin anak di stasiun MRT, Saat itu kami tidak tahu kalau di MRT tidak boleh makan, untung saat itu gak kena denda huhu di Jepang boleh-boleh aja soalnya)
  10. Hampir di setiap stasiun MRT transit ada breasfeeding room. Di dalamnya terdapat wastafel, tempat ganti popok dan juga 2 ruang menyusui. Namun jika ingin menggunakannya harus memencet tombol dan berbicara pada petugasnya (bahasa inggris oke), setelah itu pintu akan unlock dan kita bisa masuk. Setelah selesai, kita keluar dan pintu terlock dengan sendirinya. So, don’t worry bring baby in Taiwan. Di Taiwan juga stroller friendly.
  11. Kalo kamu muslim, jangan lupa bawa alas buat sholat karena Taiwan gak banyak tempat sholat. Kami taunya baru di TMS, bandara Taoyuan dan masjid agung Taipei, tempat lain gak tau. Selama tinggal di Jepang dan Taiwan, kami sholat dimana aja, staisun, taman, dsb yang penting bawa kompas di Hp dan alas sholat.
  12. Pengalaman 2-3 kali ke toilet selama di Taiwan, cukup bersih.
  13. Di MRT dan tempat wisata hampir semua pakai bahasa China dan Inggris jadi gak usah khawatir kesasar, tinggal lihat peta atau tanya petugas. Untuk mencari lokasi tempat kita bisa gunakan juga fitur google maps
  14. Petugas MRT, pusat informasi dan pegawai hotel rata-rata bisa bahasa Inggris. Untuk penduduk local juga ada yang bisa ada yang gak. Tapi mereka ramah kok.
  15. Hal yang paling saya suka dari Taiwan adalah MRTnya gak berisik, rel MRT gak selalu di bawah tanah, ada kalanya seperti jembatan layang (arah Taipei zoo) jadi bisa lihat pemandangan kota dari atas. Selain itu tanjakan ketika ingin naik kereta juga setara antara kereta dan tempat naik sehingga gak perlu ngangkat stroller. Kalo di Jepang, agak perlu usaha tuh naik dan turunin stroller dari kereta.
  16. Hampir semua MRT di Taiwan ada lift (elevator) walaupun kadang harus muter-muter nyarinya, bahkan untuk TMS, liftnya ada diluar lho sampe pusing waktu itu nyarinya.
  17. Jangan kaget lihat banyak banget orang Indonesia duduk-duduk selonjoran di Taiwan Main Station (TMS) saat weekend, berasa di jawa jadinya.
  18. Biaya transportasi, tiket masuk wisata dan jajanan (onigiri, minuman, snack) jauh jauh lebih murah dibanding Jepang. Misalnya saja, di Taiwan untuk MRT(kereta subway) sekali jalan rute terdekat 20 NTD sekitar 60 yen, sedangkan di Jepang minimal 140 yen untuk kereta dan 180 yen untuk subway, air mineral sekitar 20 NTD atau 60 yen, di Jepang 110 yen), namun dalam hal oleh-oleh dan restoran halal harganya tidak beda jauh dengan Jepang alias mahal.
  19. Cenderamata seperti gantungan kunci dan magnet cukup mahal, sekitar 30-60ribu perbuah, mirip harga di Jepang. Saya membeli magnet kulkas yang bisa berpendar saat gelap seharga 190NT. Bisa beli juga cenderamata atau oleh-oleh di bandara kalau gak sempat nyari kaya saya.

Detail pengeluaran bisa di baca di Trip to Taipei, Taiwan (Itinerary dan Persiapan )

Semoga bisa menjadi sedikit gambaran tentang Taipei, Taiwan 😉

Fenda and Kholil

Tokyo, 22 Juni 2016

Advertisements

One thought on “Jalan-Jalan ke Taiwan 3D2N

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s