Ramen Kaldu Ikan, (Halal Ramen) Shinjukugyoen Ramen  Ouka  

Ramen ouka ini berada di Shinjuku. Stasiun terdekat adalah Tokyo metro shinjuku gyoen mae, bisa juga dengan Toei shinjuku sanchome walaupun jalan agak jauh, atau jika memakai Toei one day pass setelah turun dari stasiun toei shinjuku sanchome, bisa naik Toei bus ( gak bayar lagi karena kami pakai toei one day pass, tentang one day pass bisa dibaca disini atau  disini ) lalu jalan sebentar. Untuk rute lokasi Ramen Ouka silakan lihat disini atau search di google maps ya

Restoran ramennya kecil, dan semua yang makan akan berhadapan ke arah dapurnya jadi bentuk mejanya panjang. Untungnya saat kami datang hanya ada 3 pengunjung, jadi tak perlu mengantri. Namun saat kami hampir selesai makan, sudah ada beberapa orang yang mengantri. Jam buka senin-kamis pk.12.30-15.00 dan 18.00-22.00, jumat libur, sabtu dan minggu  pk.12.30-22.00. Kami ke restoran ramen ini hari Sabtu, 10 Sept 2016.

image

Saat masuk ke restoran, kami diminta membeli tiket pesanan, jadi bayarnya dimesin. Ada beberapa menu, vegan ramen, halal ramen ( non spicy), spicy halal ramen, dan beberapa menu pendamping. Ada ukuran small hingga extra large dengan harga yang berbeda juga. Kami memilih spicy halal ramen ukuran small 1200 yen dan reguler 1300 yen.

Yang paling saya suka ketika makan disini adalah baby-child friendly, si kakak  dapat bangku bayi (baby seat) sehingga dia bisa makan, minum atau duduk sendiri jadi orang tuanya bisa asyik menikmati ramen. Kami pun dipinjamkan piring, sendok, garpu bayi dan si kakak dikasih minum. Kebetulan kami bawa makanan dari rumah untuk si kakak. Semuanya, termasuk chefnya juga sangat sangat ramah. Chefnya pun bisa bahasa Inggris. Yang melayani pesanan saat kami datang adalah 2 orang wanita berjilbab yakni orang indonesia dan orang Jepang. Kami suka suasananya yang seperti ini, ramah, hangat, baby friendly. Jadi ortu dan anak happy deh..

image

Beberapa lama kemudian pesanan kami datang, sekilas menatap porsinya saya berucap dihati, waaah kok dikit banget porsinya smallnya hahaha tapi semakin mienya diaduk ternyata porsi small  membuat saya kekenyangan, porsi regular juga pas buat suami. Karena selain mie ada nasinya. Ukuran nasi juga disesuaikan dengan porsi mie yang tadi kita pilih.

Review ala Fenda dan Kholil

image.jpg

image
spicy ramen ukuran S (small)

Paket ramen disajikan dengan semangkuk mie, kuah shoyu yang diberi topping spicy saus, nasi putih, baby corn, 1/2 potong telur rebus, ayam yang dibakar. Seperti biasa kita juga sudah dapat minum air putih dingin.

Cara memakanannya ditulis dimeja yakni cobain kuahnya dahulu sebelum diaduk ya, lalu diaduk, dimakan deh mie dan kuah. Celup ayamnya dikuah ramen, lalu untuk makan nasinya tuang kuah ramen ke nasi dan bisa juga tambah furikake saat makan nasi ( furikake disediakan di meja).

Pertama kali mencoba kuahnya, kaldu ikannya dan rasa jahenya cukup kuat, dan saat semuanya diaduk akan terasa kaldu ikan, jahe, asin dan pedas. Kaldu di resto ramen ini memang terbuat dari Ikan Tai ( semacam ikan mas ). Suami bilang ketika mencoba kuahnya jadi inget rasa ikan yang di Indonesia. Rasa amisnya sedikit tertutup rasa jahe dan pedas. Sebenernya enak, tapi karena merasa gak biasa ramen pake kuah ikan jadi masih terasa amisnya buat kami ( apalagi buat suami yang memang lebih suka ayam dibanding ikan hehe), walaupun perpaduan rasanya bikin saya nyeruput kuahnya berkali-kali…nyumnyum..

Saat awal mie dihidangkan terasa masih agak mentah, setelah agak lama mie lebih matang dan enak. Beberapa orang bilang jenis mie di ramen ouka ini enak, yup mienya memang berbeda, lebih kenyal dan ukuran mienya lebih kecil dari biasanya.

Untuk telurnya kirain telur rebus biasa tetapi saat dicoba terasa asin sekali hehe mungkin diberi garam. Sedangkan ayamnya sebenarnya saya pribadi agak kecewa karena mengharapkan tsukune ( seperti waktu mbak Adek cerita tentang ramen ouka) tetapi yang datang malah mirip ayam bakar. Rasa ayam bakarnya juga gak asin atau manis, kurang ada rasanya dan memang harus dimakan bersama kuah ramen agar ada rasanya. Baby cornnya kriuk-kriuk, nampaknya dibuat setengah matang.

Di pertengahan makan, kami dihidangkan black olong tea dan khusus saya karena memesan porsi small mendapatkan dessert ukuran mini, selain porsi small gak dapet yaa. Dessert ini nampaknya disesuaikan dengan musimnya karena mbak Diah di blognya bilang dapat dessert momo sedangkan saya dapat ubi ungu. Saya pikir es krim hehe ternyata pure ubi ungu yang manis, dan ada harum serta rasa lemon, ditaburi wijen. Sedangkan black olong tea, harum banget seperti parfum tetapi rasanya pahit banget hehe..kami sampe gak menghabiskan si black tea ini.

image
black tea dan  mini dessertnya

Alhamdulillah.. Oishikatta.. Kenyang..

Buat orang yang suka jajan seperti saya, tinggal bertahun-tahun di Jepang ituuu…sesuatu banget. Ada banyak makanan yang mudah didapat di supermarket tapi sayangnya gak halal, mau beli makanan halal, selain lebih mahal, juga butuh effort lebih, karena cukup jauh dari rumah dan butuh transport yang juga gak murah. Selain itu belum tentu rasanya pas di lidah indonesia saya. Tetapi karena itu pula kemampuan memasak, mau gak mau suka gak suka memang jadi bertambah, karena dipaksa membuat berbagai makanan yang dipengen itu sendiri 😁😁.

Walaupun begitu, sesekali wisata kuliner itu penting hehe apalagi makanan Jepang, mumpung tinggal di sini kan. Ramen ouka ini mungkin jenis ramen ke 6 yang kami coba. Ramen di warung Jawa Halal milik mbak Wid (suami gak ikutan nyoba, dapat tester ramen gratis buat saya aja hihihi), ramen di Asahikawa ( suami nyicipin ramen buatan temennya orang Jepang ), Ramen Miso Horyu Sapporo (Kami ke sana 1 Agust 2015, memang ditulis muslim friendly tapi sayang di kedainya juga menyediakan pork, keterangannya bisa dilihat disini  ), Halal Ramen Naritaya ( shoyu ramen, soupless noodle), ramen miso ala just one cookbook buatan saya sendiri, Halal Ramen Ayam-Ya, dan Halal Ramen Ouka yang menggunakan shoyu dan kaldu ikan. Dari ke smua yang kami coba, taste yang paling Jepang menurut kami adalah ramen Horyu Sapporo yang rasanya berminyak, sangat asin, kaldu, dan jahe yang cukup kuat serta dihidangkan dengan sangat panas, apalagi ditambah dengan daging gengis khan yang terkenal itu.  Saking kuat rasa dan banyaknya porsi saya sampe tak habis memakannya dan bikin keinget terus rasanya 😁

Next review makanan apa lagi yaaa???

Tokyo, 12 September 2016 pk.09.29 JST 25C , mendung

Selamat Idul Adha 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s