Ikan Tuna Bumbu Kuning dan Cerita Bumbu di Jepang

Ikan fillet tuna atau salmon sebenernya gak murah-murah amat di Jepang. Ada yang mau tau harganya? Kemarin beli di Seiyu, ikan fillet salmon 114 gram sekitar 300an yen sedangkan ikan tuna warna putih-pink ( ada 2 jenis yang putih dan merah, nah yang merah terang per gramnya lebih mahal ) 295 gram seharga 500an yen. Harga ikan memang lebih mahal dibandingkan ayam paha halal sekilo atau ayam utuh 1 kg yang hanya 500 yen. Ikan-ikan ini ada yang dari dalam Jepang ada yang memang dr luar misal Taiwan ( tuna ) atau Chili/ Norway ( salmon ) –> saya baca di kemasannya. Seafood yang dijual di supermarket dikemas di wadah plastik mika ( biasanya untuk udang, kerang) atau sterofoam terus  di beri wrap plastik.

Oiya, pertama kali memasak ikan tuna bumbu kuning ini jaman masih pengantin baru, ihiiiy.. kala itu saya bingung mau masak ikan tuna diapain, masa iya goreng tepung mulu. Akhirnya dicoba masak bumbu kuning seperti ini yang ternyata enak dan suami suka, bahkan katanya mirip ayam saking enaknya dilidah suamiku haha.. Arigatou pujiannya..

Oiya, sebenernya hasil asli masakan ikan tuna hari ini lebih pucat daripada warna kuning yang foto, huhuhu. Ini karena saya hanya sedikit memberi kunyitnya ( udah mau abis hihihi), alhasil pakai kamera dengan art effect jadi lebih kuning seperti yang dimau.. 😁😁😁.     Saya  emang suka foto makanan-makanan pakai art effect atau blur effect keliatannya jadi lebih enaaak dipandangkan.. hehe.. Tapi gak cuma enak dipandang lho, beneran enaaak kok, makanya saya tulis resep-resepnya biar kalo lupa tinggal buka catetan.  Jadi di resep ini saya tulis aja bumbu kunyit secukupnya, sampe warna kuning temen-temen mau seperti apa.

Untuk memasak resep ini, kita membutuhkan bawang merah yang banyak agar bumbu melimpah atau menggantinya dengan bawang bombay seperti saya sehingga tak perlu repot mengupas bawang merah. Apalagi harga bawang merah beku di Jepang mahal euy skitar 750 yen per 250 gram ( kalo gak salah ingat ) dan harus dibeli di toko halal/indonesia. Waktu awal-awal tinggal di Jepang saya ngotot masak pake bawang merah tapi akhirnya selama 2 tahun lebih sudah beralih ke bawang bombay, lebih ekonomis dan mudah di dapat. Kadang-kadang ada juga bawang bombay merah skitar 100 yen 1 buah tapi saya lebih sering pakai bawang bombay biasa, lebih murah juga hihihi *emak irit*.

Tetapi penggantian bawang merah dan bawang bombay sebagai bumbu halus di masakan tidak serta merta mudah. Bawang bombay yang diblender bersama bawang putih dan cabe atau dijadikan bumbu halus menurut lidah saya dan suami akan terasa pahit jika tidak dimasak dengan matang, dan memasaknya memerlukan waktu yang memang agak lama, kadang lama banget kalau banyak. Jadi solusinya ? Saya sering membuat bumbu halus (diblender/ food processor( yang menggunakan bawang bombay dalam jumlah banyak, lalu dimasak hingga matang dan tidak pahit, lalu disimpan di freezer. Jika memerlukannya tinggal buka freezer tunggu mencair dan dipakai memasak. Cukup menumis sebentar ( karena sudah matang ) dan ditambahkan bumbu lain.

Nah,  jadi ada enak dan gak enaknya pakai bawang bombay, murah dan tak perlu capek mengupas tapi harus masak agak lama jika dihaluskan. Kalau hanya diiris tipis dan tumis bawang bombay si manis ya. Itu menurut lidah kami yak..

Selain itu, ada yang merhatiin gak kenapa resep yang saya tulis kebanyakan pake bumbu bubuk? Hehehe salah satu kemudahan saya memasak di Jepang ini ditunjang oleh keberadaan bumbu bumbu bubuk yang banyak bertebaran di supermarket. Jadi tak perlu sibuk mengulek-ulek tinggal tabur saja. Harganya juga kisaran 100-200 yen untuk sebotol kecil ukuran 5-15 gram ( tergantung bumbunya dan beli dimana). Ada bubuk cabe, merica hitam, merica putih, ketumbar, oregano, parsley, basil, paprika, kunyit, jahe, pala, shicimi togarashii, kayu manis, jinten ( ada 2 versi, bubuk dan bentuk asli), bawang putih, bawang bombay ( kalo yang 2 terakhir -bombay, bwg putih- menurut saya enakan yang gak bubuk jika untuk bikin resep beginian). Yang saya belum pernah ketemu bubuknya adalah cengkeh dan star anise, keduanya ada tapi dalam bentuk kering. Kalo sereh, lengkuas, daun jeruk, cabe dan daun salam juga ada di toko indonesia dalam bentuk beku. Daun salam juga ada yang dalam bentuk kering, biasanya lebih murah, saya beli di gyomusupa. Kebanyakan bumbu bentuk bubuk yang tadi saya sebut di atas (tidak semua) ada di supermarket biasa tapi kalau bumbu yang jarang dipakai misal cengkeh, star anise, ceyne pepper, kardamon bisa dicari di toko halal India/ Pakistan, kaldi, jupiter, atau toko bahan2 internasional lainnya. Star anise sendiri saya beli di toko halal tapi ternyata di seiyu dan supermarket besar dekat rumah saya ada. UPDATE : ternyata bumbu yang jarang misal cengkeh, star anise, ceyne pepper, kardamon, sereh, juga ada dalam versi bubuk atau bukan bubuk di supa gede misal maruetsu, walaupun harga jelas lebih murah di toko India/Pakistan.

Yak selesai ceritanya, sekarang resepnya monggo dicoba.

Ikan Tuna Bumbu Kuning

Bahan :

  • Tuna fillet 200-300 gram, potong-potong.
  • Serai 1 batang.
  • Daun salam 3 buah.
  • Minyak untuk menumis bumbu.
  • Air secukupnya.
  • Gula, garam secukupnya.

Bumbu Halus:

  • Bawang bombay ukuran besar 1 buah.
  • Bawang putih 2-3 siung.
  • Kunyit bubuk secukupnya ( sampai warna kuning yang diinginkan ).
  • Merica bubuk 1/4 sdt.
  • Ketumbar 1/2 sdt.
    *jika tidak menggunakan bumbu bubuk, semua bumbu di atas dihaluskan ya, bisa dicampur dan ditumis bersama.

Cara Membuat :

  • Haluskan bawang bombay, bawang putih ( bisa ditambahkan air ) menggunakan blender atau food processor lalu tumis menggunakan minyak. Masak hingga bumbu matang dan tidak pahit. Jika menggunakan bawang merah tidak perlu lama-lama menumisnya.
  • Tambahkan sereh, daun salam, dan bumbu bubuk lainnya (merica, ketumbar, kunyit bubuk).
  • Masukkan ikan tuna dan tambahkan sedikit air.
  • Masak hingga ikan matang, jika belum matang bisa ditambahkan air lagi.
  • Tambahkan gula dan garam secukupnya, koreksi rasa. Tunggu hingga air menyusut.
  • Angkat dan siap dihidangkan dengan nasi panas.

imageMari kita makaan..

23 Sept 2016, 16.48JST. 21 derajat C, hujan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s