Bubur Candil Kabocha

imageBubur candil atau biji salak ini cukup populer sebagai takjil buka puasa. Rasanya manis dan enak. Membuatnya pun mudah, hanya diperlukan takaran yang pas antara tepung dan ubi/ kabocha agar kekenyalannya juga pas. Dari googling resep, kebanyakan menggunakan tepung ketan dan tepung tapioka/ sagu untuk membuatnya. Meskipun ada juga yang menggunakan tambahan tepung beras dan maizena. Kebetulan kali ini saya menggunakan tepung beras dan tepung katakuriko ( tepung kentang sebagai pengganti tapioka/ sagu), karena sedang tidak punya stok tepung ketan. Sejujurnya saya tidak tahu manfaat penggunaan tepung beras untuk adonan candil, karena biasanya tepung beras digunakan sebagai perenyah diadonan, peyek misalnya. Sedangkan tapioka/sagu/ katakuriko akan memberikan efek kenyal..

Umumnya bubur candil dibuat menggunakan ubi, tetapi saya menggantinya dengan kabocha, warna candil menjadi kuning-oren cantik khas warna kabocha. Selain kabocha, ada juga lho yang menggunakan ubi ungu dan warna candilnya menjadi ungu.

Setelah trial, Alhamdulillah ketemu takaran yang pas, 60 gram tepung beras dan 40 gram tepung katakuriko untuk 320 gram kabocha yang sudah dikukus ( timbangan tidak termasuk kulitnya ). Hasilnya cukup kenyal dan mudah dikunyah anak 1,5 tahun. Apabila teman-teman ingin mencari takaran yang pas untuk mencapai kekenyalan yang diinginkan, bisa dilakukan dengan cara menambahkan tepung sedikit-demi sedikit, air secukupnya hingga bisa dibentuk lalu buat 1 candil saja dan rebus, jika terlalu lembek bisa ditambahkan tepung atau dikurangi jika terlalu kenyal.

Bubur Candil Kabocha

Bahan Candil :

  • Kabocha (labu kuning) 320 gram yang sudah dikukus (tidak termasuk kulitnya)
  • Tepung beras 60 gram
  • Tepung katakuriko/kentang 40 gram (bisa diganti tapioka atau sagu)
  • Gula pasir 20 gram
  • Air secukupnya

Kuah : 

Air, gula merah / jawa ( saya pakai gula okinawa  ), gula pasir dan santan.

Cara Membuat :

  • Campur kabocha, tepung, dan air secukupnya hingga bisa dibentuk.
  • Rebus air hingga mendidih, masukkan adonan candil. Masak hingga matang (mengapung ).
  • Masukkan gula jawa, gula pasir dan santan. Masak hingga mendidih lalu matikan api. Bubur candil siap disajikan.

Note :

  • Adonan candil ini kebetulan tidak terlalu manis, dan kekenyalannya menyesuaikan kemampuan mengunyah anak saya. Tetapi bagi saya pribadi sudah enaaak, cukup manis, dan cukup kenyal  apalagi ditambah kuahnya yang juga manis.
  • Karena ingin simpel, semua saya masukkan dalam satu panci termasuk santannya.
  • Jika kuahnya terlalu kental, boleh ditambahkan air lagi.

 

 

 

Tokyo, 07 Okt 2016, 08.36 JST, 21 derajat cerah

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s