Donat Panggang Ubi Ungu

Tadi siang setelah si kakak bermain di taman, kami pergi ke gyomusupa. Niat utamanya untuk membeli ayam dan ubi (walaupun ternyata jadi nambah belanjaannya *emak-emak susah liat barang murah*) karena si kakak bilang mau makan ubi (lagi), dua hari kemarin berturut-turut kalau ke supa (supermarket) minta yakiimo  ( ubi bakar ) *_* gegara nyium bau ubi. Pas milih-milih ubi ternyata ada murasaki imo alias ubi ungu *horeee*.

Untuk teman-teman yang di Jepang dan ingin membeli ubi ungu bisa mencari kanji ini 紫芋 ( murasaki imo) atau lihat di ujung ubi warnanya keunguan. Jangan sampe salah beli ya, soalnya ubi di Jepang kebanyakan kulitnya memang ungu sekalipun itu ubi putih.

Alhamdulillah tadi ubi ungunya juga murmer, sekitar 198 yen ( belum pajak ) untuk 4 buah ubi yang jika di total sekitar 600-800 gram. Di musim gugur ini selain musimnya buah kesemek Jepang (buah kaki), memang musimnya murasaki imo. Harga ubi ungu sebenarnya memang lebih mahal dibandingkan ubi putih, namun harga ubi di Jepang selain dilihat dari macamnya juga tergantung dari mana ubi berasal, makin jauh dari tempat penjualan kemungkinan harga makin mahal..

Setelah membeli ubi ungu, langsung deh terpikirkan ingin buat bubur candil ungu atau donat ungu ya. Akhirnya terpilihlah donat biar sekalian besok bisa buat cemilan suami di kantor.

Setelah buat adonan, agak lama donat baru mengembang nyampe berjam-jam, ngembangnya juga gak maksimal, rupanya cuaca yang dingin tetap memperlambat ragi bekerja meskipun sudah menggunakan susu hangat. Jadi saya putuskan fermentasi kedua di oven toaster dengan suhu terendah oven, lalu sekalian saja donatnya dipanggang. Alhamdulillah jadi hemat minyak.

Rasanya ? enaak, empuk, manisnya pas, namun warna donat kurang ungu, malah jadi ungu-pink muda

image
warnanya jadi ungu-pink muda begini 😄

Jika teman-teman ingin memilih untuk digoreng silakan saja ya.. Selamat mencoba.

Donat Panggang Ubi Ungu

Recipe by: Dapur Arfenda

Untuk 18-20 donat (ukuran adonan 30-33 gram)

Bahan :

  • Ubi rebus/kukus 150 gram, haluskan
  • Tepung protein tinggi 170 gram
  • Tepung protein serbaguna 100 gram
  • Telur 1 butir
  • Ragi 3/4 sdt
  • Susu hangat ( sekitar 40 derajat ) 100-110 ml ( saya gunakan susu cair kemasan )
  • Gula pasir 30 gram
  • Margarin 30 gram

Topping : gula halus

Cara Membuat :

  • Taruh ubi yang sudah dihaluskan, tepung, ragi, gula aduk rata, tambahkan telur, lalu susu hangat dan aduk kembali.
  • Masukkan margarin, uleni adonan hingga kalis. Menguleni adonan hingga kalis sangat penting agar donat menjadi empuk meskipun sudah dingin.
  • Diamkan selama 30 menit-1 jam atau sampai adonan mengembang ( patokan saya bukan jam tapi yang penting mengembang hampir 2x lipat, apalagi kalau musim dingin mengembangnya bisa lama banget)
  • Kempeskan adonan, lalu bulatkan masing-masing 30-33 gram ( jadi sekitar 18-20 donat ), diamkan lagi selama 30 menit atau hingga mengembang. Setelah mengembang, bentuk menjadi donat dan panggang hingga matang.

Note :
Agar fermentasi kedua lebih cepat ( suhu ruangan yang dingin memperlambat fermentasi), saya memutuskan melakukan fermentasi di dalam oven toaster. Setelah fermentasi pertama selesai, bentuk donat. Kemudian taruh diloyang dan dipanggang di suhu terendah oven ( oven toaster milik saya suhu terendah 80 derajat ) selama 20 menitan atau hingga donat mengembang. Kemudian baru dipanggang yang sesungguhnya hingga matang.

image
abaikan bentuknya yang gak bulat😁

Update : keesokan harinya donat masih empuk. Alhamdulillah..

Tokyo, 29 November 2016, 19.40 JST, 10 derajat celcius

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s