Cake Kukus Ubi Ungu

Rejeki itu sesuatu yang kita makan, kita terima/ dapatkan, kita rasakan..

Rejeki itu yang sudah, bukan yang belum atau akan atau sekedar rencana..

Rejeki itu tidak bisa ditolak, sedangkan yang bukan rejeki tak bisa diraih..

Rejeki itu sudah tertulis dan tinggal kita yang memilih mau mendapatkannya dengan cara yang baik atau buruk..

Pemahaman saya soal rejeki ini jadi bertambah kuat kala mendengarkan tausiah seorang ustad lewat youtube, sayangnya saya sudah lupa judul dan alamat channelnya..

Lalu apa hubungannya dengan postingan ini ?

Monggo dilanjutkan bacanya ^_^

Berbicara soal rejeki, rejeki kami hari ini makan cake ubi ungu, bukan cake coklat dilapisi dengan whipping cream yang ada dibayangan saya pagi tadi.. Setelah kakak bangun tidur rencananya, kami berdua (saya dan kakak) mau membuat cake coklat sesuai resep yang sudah saya lihat, saya membayangkan begitu happy tapi (pasti) berantakannya kakak bermain dengan whipping cream.

Dan begitu kakak bangun, kami pun sok sibuk menyiapkan alat dan bahan.. Si kakak suka banget nih kalo saya bikin makanan, ikutan aduk-aduk, ikutan nimbang, masukin ke wadah, semuanya lah walaupun terkadang mamanya suka senewen dan pusing setelah liat semuanya jadiiiii…beeraantaaakaaaan.. Hahaha.. Kalau udah pusing begitu, tandanya kami harus main di luar, ke taman, ke supa biar pikiran fresh.. Eh jadi curhat..

Jadi awalnya mau bikin cake coklat, bubuk coklatnya baru dibeli 2 hari lalu kana, diskon separuh harga pula karena bulan Desember ini kadaluarsanya, saya simpen di lemari tapi sempet saya kasih kakak buat mainan, lalu saya akhirnya lupaa ada dimana bubuk coklatnya. Dicari-cari sampe puyeng, tetep gak ketemu..sms mas suami juga bilang gak tau, ya wislah daripada puyeng, makan dulu sambil rebus ubi. Mari kita putar haluan membuat cake ubi.

Mungkin rejeki yang memang sudah ditulis itu ya kami sekeluarga hari ini makan cake ubi ungu homemade ala dapur Fenda. Rejeki yang sudah ditulis, pasti didapat.. 

Kok pakai mungkin? Kalau gak ditulis mungkin, dikira sok tau gak? hehehe..

Btw, dalam membuat cake saya itu orang yang banyak maunya.  Suka yang telurnya sedikit ( maksimal telurnya tiga, atau 4 lah karena yang makan cake di rumah kan juga ga banyak), suka yang pake minyak (karena mentega mahal), gak suka terlalu manis dan gak suka kalau resep ada sp, tbm, ovalet dsb (selain gak ngerti dan ga sreg, saya gak punya juga sih hehe). Ternyata resep yang sesuai dengan keinginan nggak ada…jeng jeng jeng.. Tak ada pilihan lain selain membuat cake ubi ungu dengan kreasi dapur Fenda.

Cake kukus ubi ungu ala saya ini simpel, cukup ekonomis dan bahan-bahannya juga mudah. Jika tidak ada ubi ungu bisa diganti dengan ubi biasa. Cake ini juga rasanya unik, manisnya pas dan pastinya sesuai dengan kriteria saya dalam membuat cake..

Semoga resepnya pas dan berkenan ya.

Cake Kukus Ubi Ungu

Recipe by: Dapur Arfenda

Untuk loyang ukuran 18-20 cm

Bahan :

  • Telur 3 butir
  • Gula pasir 75 gram
  • Tepung terigu protein rendah/ serbaguna 120 gram, ayak
  • Ubi ungu kukus/rebus 160 gram, haluskan
  • Minyak 55-60 gram ( saya sendiri pakai 60 gram, setelah makan cake, tangan menjadi sedikit berminyak, tetapi cakenya sendiri moist )
  • Air 50 ml

Cara Membuat :

  • Panaskan kukusan.
  • Campur ubi ungu yang sudah dihaluskan dengan air dan minyak, aduk rata, sisihkan.
  • Kocok telur dan gula dengan mikser kecepatan tinggi hingga kental berjejak.
  • Masukkan campuran ubi ungu tadi, aduk secukupnya, masukkan tepung terigu, aduk secukupnya agar semua rata tetapi jangan berlebihan mengaduknya, nanti bantat.
  • Kukus selama kurang lebih 40-45 menit atau hingga matang.
  • Setelah agak dingin, potong-potong sesuai selera.
image
Fotonya buru-buru, udah ada tangan yang mau ngambil hojicha(salah satu varian teh) 😆😆

image

Note :

  • Untuk mempercepat pengocokan telur, telur bisa direndam dahulu di air hangat sebentar.
  • Agar cake kukus tidak bantat perhatikan hal-hal berikut : kocok telur-gula hingga kental berjejak, dimana setelah kental adonan tidak akan langsung jatuh (perlu waktu beberapa detik) jika adukan mikser diangkat dan setelah adonan menetes jatuh meninggalkan jejak. Selanjutnya jangan mengaduk berlebihan setelah adonan kocokan telur ditambah terigu, lapisi  tutup kukusan dengan kain agar air tidak menetes ke adonan cake yang sedang dikukus, dan jangan buka tutup kukusan hingga cake matang.
  • Setelah matang, cake ini sifatnya padat dan tidak terlalu mengembang, bahkan cenderung tidak mengembang (karena ada ubi) namun juga tidak bantat ya. Cake ini cukup lembut, moist dan manisnya pas untuk saya ( jika suka manis, boleh takaran gulanya ditambah).
  • Warna cake memang tidak ungu cantik, agak keabuan-coklat-ungu, jika menghaluskan ubinya tidak halus akan ada bagian-bagian ungu dicakenya.

Home sweet home, 1 Desember 2016, 17.59 JST, 13 derajat celcius

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s