Overnight Soft Bun, Roti Empuk dan Berserat Panjang

Beberapa waktu lalu ada resep roti yang lagi kekinian di grup NCC, namanya Overnight Soft Bun. Dinamakan overnight karena kita perlu mendiamkan adonan biang di dalam kulkas semalaman (minimal 16 jam). Dengan melakukan cara ini, katanya roti akan lebih tahan lama (tetapi roti saya gak pernah tahan lama, hehehe abis dalam 2-3 hari atau sy masukkan chiller), empuk dan berserat panjang. Resep ini awalnya booming setelah Tintin Rayner mengupload resep dan foto roti hasil Overnight Soft Bun (resepnya hasil modifikasi Overnight Soft Bun di blog Corner Cafe) di instagram. Berhubung saya gak main instagram saya tau resep ini dari postingan mbak Vero digrup NCC. Saya jadi penasaran dan pengen juga ikutan kekinian hehehe…

Setelah membandingkan resep asli di Corner Cafe dan resep modifikasi Tintin Rayner yang beredar di grup NCC, saya kok cenderung ingin mengikuti resep asli (adonan utama roti ) di blog Corner Cafe karena penggunaan ragi, telur, butter dan gulanya yang lebih sedikit. Sedangkan untuk ragi pada adonan biang, di resep Tintin menggunakan ragi 1/4 sdt, corner cafe 1/8 sdt, nah kalau saya memutuskan  pakai  ragi 1/2 sdt saja karena pakai sendok biasa bukan sendok takar (menurut saya ragi di adonan biang/ roti kan hanya berpengaruh terhadap cepat lamanya proses fermentasi saja *edisi sok tau wkwk..)

Daaaaan saya pun akhirnya tergoda mencoba resep ini ( walaupun awalnya agak malas karena harus merencanakan/buat adonan biang sejak malam hari sebelumnya), Alhamdulillah memuaskan. Kata mas suami empuk dan berserat lebih panjang dari biasanya. Saya juga agak amaze karena fermentasi pertama tidak membutuhkan waktu lama (dari biasanya), kemungkinan karena penggunaan ragi yang lebih banyak kana.. Namun tetap saja saya gak sabar menunggu lamanya fermentasi di suhu ruang yang semakin dingin ( winter season ), alhasil fermentasi ke dua saya lakukan di oven toaster kesayangan.

image
roti berserat panjang

 

Overnight Soft Bun

 Adapted from : blog Corner Cafe ( klik disini untuk resep asli berbahasa Inggris)

Modified by : Dapur Arfenda.

Bahan Biang:

  • Tepung terigu protein tinggi 150 gram
  • Air hangat ( sekitar 40 derajat) 150-160 ml
  • Ragi 1/2 sdt

Bahan Adonan Roti :

  • Tepung terigu protein tinggi (bread flour/ 強力小麦粉) 250 gram
  • Tepung protein sedang/ serbaguna ( all purpose flour / 中力小麦粉 ) 100 gram
  • Gula pasir 50 gram
  • Susu cair hangat (sekitar 40 derajat) 75 gram ( takarannya bisa dikurangi atau ditambah sekitar 70-80 gram)
  • Telur 1 butir
  • Ragi 3 gram (1 sdt)
  • Garam 1/2 sdt
  • Unsalted butter 50 gram

Note :

  • Susu cair hangat (saya pakai susu UHT lalu dipanaskan sebentar) bisa diganti air hangat dan susu bubuk
  • Bila menggunakan salted butter atau margarine (sudah ada kandungan garam), garam bisa di skip
  • Saya pakai sendok biasa (bukan sendok takar)

Cara Membuat :

  • Campur semua bahan adonan biang, aduk rata. Diamkan disuhu ruang selama 1 jam, lalu tutup dengan plastic wrap dan taruh di kulkas (chiller) selama minimal 16 jam.
  • Setelah 16 jam, keluarkan adonan biang, biarkan selama 30 menit di suhu ruang sebelum digunakan.
  • Campur tepung protein tinggi, tepung serbaguna, ragi, gula dan telur. Aduk rata. Masukkan susu cair sedikit demi sedikit, aduk hingga rata. Tambahkan adonan biang. Uleni hingga rata dan agak kalis. Terakhir masukkan butter/ margarine dan garam (jika pakai), uleni hingga kalis (kalis sangat penting untuk membuat  roti yang dihasilkan empuk).
  • Setelah kalis, tutup dengan plastic wrap atau kain basah, tungu hingga mengembang 2x lipat (fermentasi pertama).
  • Bagi adonan beberapa buah, lalu bentuk dan isi sesuai selera. Diamkan lagi hingga mengembang 2x lipat.
  • Panaskan oven di suhu 160 atau 170 derajat celcius ( tergantung oven masing-masing, kalau oven toaster dapur Arfenda 😁 biasanya suhu 140-160 derajat), panggang adonan  roti hingga matang.
  • Agar warnanya cantik, bisa dioles dengan kocokan kuning telur pada bagian atas roti (sebelum dipanggang atau saat setengah matang).

 Note :

  • Fermentasi kedua saya lakukan di dalam oven toaster dengan menggunakan suhu terendah oven sampai adonan mengembang 2x lipat.
  • Mengulen hingga kalis dan membiarkan adonan mengembang sempurna juga salah satu tips agar roti empuk tahan lama.
  • Setelah matang, simpan roti di wadah tertutup atau plastik agar roti tetap empuk dan tidak kering.

image

Arfenda Puntia (Dapur Arfenda)

Itabashiku, 23 Desember 2016, 7.45 JST,  14 derajat cerah

Advertisements

3 thoughts on “Overnight Soft Bun, Roti Empuk dan Berserat Panjang

  1. Halo mbak

    ak mau tanya ttg metode over night.klo resep asliny pake 2 tepung(high&low prorein) kmd utk biang ny tepung yg dipake mix

    low&high protein?atau hanya high saja atau bgmn?kmd airny yg utk biang di ganti susu uht bisa?

    terima kasih

    Saya sdh coba dgn metode 2 tepung biangny dan hasilny msh kalah sama tangzong.dan adonan yg di kulkas 16 jam tak pengaruh pada hasil akhir rotinya

    Like

    1. Hai juga mbak..
      Resep aslinya untuk adonan biang hanya pakai protein tinggi (bread flour), sedangkan selanjutnya pakai campuran.

      Saya sendiri belum pernah bikin metode tanzong, tetapi dibanding metode ulen biasa sm dibikin overnight (16 jam) gini menurut sy lebih enak yg overnight, wlwpn bs jd karena beda ingredient juga ya. Tapi karena males, sy lbh sering bikin pake metode biasa aja, asal diulen sampe kalis hasilnya udah enak bgt menurut saya.

      Di resep aslinya pakai air mbak, tapi bisa saja ya harusnya pkai susu hanya saya belum pernah coba.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s