Cinnamon Bagel Super Lezat

Bagel merupakan produk roti yang berasal dari komunitas jewish di Polandia. Bagel ini cukup terkenal di negara Eropa dan Amerika, namun di Indonesia nampaknya kurang populer. Saya bahkan baru tahu tentang bagel setelah melihat suatu film Amerika yang aktornya sedang membeli bagel *saya kira bagel itu sama dengan donat karena bentuknya mirip..

Ada 2 tipe bagel yang terkenal, Montreal style bagel dan Newyork style bagelMontreal style bagel bentuknya lebih kecil (dari Newyork style ) dengan lubang yang lebih besar dan crunchy. Rasanya lebih manis, karena mengandung gula, madu dan atau malt, biasanya tanpa garam serta perebusan dengan air yang diberi pemanis (malt, gula atau madu). Montreal style bagel umumnya juga mengandung telur, dipanggang menggunakan wood-fired oven dan dimakan tanpa isian (sono mama ).  Sebaliknya Newyork bagel, mengandung garam, malt dan tanpa pemanis di air rebusannya sehingga rasanya cenderung plain atau asin. Newyork bagel biasanya diisi cream cheese, daging/ ikan/ ayam dan sayur (mirip burger).  Kedua style bagel ini sama-sama berebut dan mengklaim dirinya sebagai bagel dengan rasa terbaik, istilahnya bagel war.

Bentuk bagel sendiri menyerupai donat, ketika dibelah pun berserat menyerupai roti pada umumnya. Namun tekstur dan rasa bagel khas, chewy dan padat, yang membedakan dengan donat maupun roti pada umumnya. Pembuatan adonan bagel juga mirip seperti pembuatan roti biasa atau donat. Hanya saja untuk bagel, tak memerlukan banyak minyak/butter/margarine (bahkan banyak resep bagel sama sekali tak menggunakannya ) serta melalui proses perebusan singkat adonan sebelum akhirnya dipanggang. Karena tak menggunakan banyak minyak, telur, susu, gula (rasa bagel umumnya tak terlalu manis, cenderung plain ), bagel diklaim memiliki kalori yang rendah namun sayangnya si bagel biasa dimakan bersama cream cheese sehingga tentu saja kalorinya meningkat :D. Selain menggunakan tepung protein tinggi, ada juga bagel versi whole wheat flour yang diklaim lebih sehat.

image
bagel berserat seperti roti pada umumnya

Saat ini variasi bagel sudah cukup banyak, dengan beragam resep, komposisi adonan, topping (cinnamon sugar, poppy seed, sesame seed, garam, dsb ) dan beragam pula isiannya. Kali ini saya mencoba membuat bagel yang mendekati versi Montreal style. Mendekati saja, gak bener-bener montreal style sih karena resep saya ini kan tidak menggunakan telur (saya suka resep hemat telur :D) dan menggunakan sedikit garam (Montreal style tidak pakai garam). Rasa cinnamon bagel ini memang agak manis dan bentuknya kecil namun lubang bagelnya tak cukup besar untuk disebut Montreal style bagel. Oiya, kebanyakan resep bagel yang beredar menggunakan mixer untuk mengulen, karena saya tak punya mixer untuk menguleni adonan (hanya ada mixer biasa), jadi saya coba otak-atik resep agar adonan bagel mudah diuleni dengan tangan. Alhamdulilah ketemu takaran yang pas..

Crunchy dan chewy, dua kata yang pas untuk mendekripsikan cinnamon bagel super lezat ini. Tekstur crunchy dari lelehan topping gula dan bubuk kayu manis. Dan chewy yang merupakan tekstur khas dari si bagel karena proses perebusan adonan sebelum dipanggang. Perebusan ini juga yang menentukan seberapa chewy tekstur si bagel. Makin lama direbus, makin chewy bahkan keras.

Cinnamon bagel ini benar-benar lezat, bahkan anak bayi di rumah pun doyan.. Hm..sepertinya resep ini dapat menguras stok bubuk kayu manis saya di rumah, yang biasanya terbuang karena tak pernah habis sampai masa kadaluarsanya.

image
my first cinnamon bagel  abaikan bentuknya yang kurang cakep 😀

Meskipun saya sendiri belum pernah makan bagel (yang beli), namun  cinnamon bagel buatan saya ini sudah cukup lezaaat..–> update : saya dan suami akhirnya membeli bagel yang dijual di Jepang (sekitar 150-200 yen perbuah bagel tanpa isi), rasanya tak jauh beda dengan resep bagel hasil karangan saya, hanya ukuran bagel memang sedikit lebih besar daripada donat.  Semoga suatu hari ada kesempatan membeli bagel asli di negara Amerika atau Eropa, Amiiin..

Berikut resep bagel karangan Dapur Arfenda :

Cinnamon Bagel

by : Dapur Arfenda

Untuk 5-7 buah bagel ( yang dipostingan ini bagel seukuran donat- jadi sekitar 7 buah)

Bahan :

  • Tepung terigu protein tinggi 350 gram
  • Gula pasir 30-40 gram
  • Ragi 4 gram
  • Air hangat 210-220 ml
  • Bubuk kayu manis 1-1,5 sdt
  • Minyak goreng 1 sdt ( saya pakai canola oil)
  • Garam 1/2 sdt
  • Air yang banyak dan gula (atau madu) 1-2 sdm untuk merebus bagel

Topping :

  • Gula pasir 7 sdt
  • Bubuk kayu manis 1,5 sdt

 Pelengkap (optional) : cream cheese

Note: Saya menggunakan takaran sendok –> 1 sdt = 5 cc, 1 sdm =15 cc.  Bubuk kayu manis bisa ditambah sesuai selera masing-masing.

Cara Membuat :

  • Campur tepung, gula dan ragi. Tuangkan air hangat sedikit demi sedikit sambil diuleni, setelah semua tercampur, tambahkan minyak dan bubuk kayu manis, Uleni hingga kalis dan lembut.
  • Bulatkan adonan, tutup dengan kain basah atau plastic wrap, diamkan hingga mengembang 2x lipat.
  • Setelah mengembang 2x lipat, kempiskan adonan, diamkan 5-10 menit.
  • Membentuk bagel. Ada 2 cara, cara pertama : membuat lubang seperti saat membuat donat. Bagi adonan menjadi 7 bagian, masing-masing sekitar 80-an gram ( jika ingin ukuran bagel lebih besar bagi menjadi lebih sedikit misal 5-6 bagian). Atau cara kedua : membuat adonan memanjang lalu menyatukan kedua ujungnya sambil ditekan ( cara professional bagel makers, lihat videonya disini ). Jika menggunakan cara pertama, buat lubang yang agak besar, agar lubang tsb tidak menutup saat bagel direbus/ mengembang ( dengan cara pertama, beberapa bagel saya agak menutup karena lubangnya kurang besar).
  • Istirahatkan bagel 30 menit agar lebih mengembang.
  • Siapkan panci, masukkan air dan gula (madu) 1-2 sdm, aduk rata. Tunggu hingga mendidih.
  • Panaskan oven suhu 160-170 derajat
  • Campur bahan topping, aduk rata, sisihkan.
  • Masukkan bagel ke air yang mendidih tadi, tunggu hingga adonan mengapung (15 detik), diamkan 1 menit lalu balik, setelah 2 menit angkat (total merebus sekitar 3 menit 15 detik) dan letakkan diwadah yang sudah dialasi tissu dapur (agar air sedikit tiris), taburkan topping di bagel yang masih basah, lalu pangang hingga matang dan permukaan kecoklatan. Jika bagian bawah belum matang, balik bagel dan panggang kembali atau panggang menggunakan suhu kecil dengan waktu lebih lama agar seluruh bagian bagel matang . ( Suhu dan lamanya memanggang disesuaikan dengan oven masing-masing, saya menggunakan oven toaster dengan suhu 160-170 sekitar  15menit).
image
bagel seukuran donat
  • Cinnamon bagel yang crunchy di luar, chewy di dalam siap dinikmati..
image
bagel bisa dibelah lalu diisi cream cheese atau dimakan begitu saja, sama-sama lezaaat 

Note :

  • Bagel dapat disimpan di freezer.
  • Setelah agak lama di suhu ruang, bagian atas bagel yang crunchy perlahan mencair (karena gula), bisa dibuat crunchy kembali dengan memanggangnya lagi sebentar.
  • Cinnamon bagel ini sudah enak meskipun tanpa isian cream cheese. Montreal style bagel juga biasanya dimakan tanpa isian karena bagelnya sudah cukup manis dan lubangnya besar (sulit dibelah).

Arfenda Puntia (Dapur Arfenda)

Tokyo, 4 Januari 2016,22.25 JST, 14 derajat

Advertisements

5 thoughts on “Cinnamon Bagel Super Lezat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s