Devil’s Food Cake

Bismillah..

image
riasan cake hasil kolaborasi bareng si kakak yang belum genap 2 tahun, yang lagi siap-siap nyolekin si ganache kalo mamanyaa meleng sekaligus tantrum karena abis bangun tidur 😀

Devil`s food cake ini menjadi butter cake pertama saya.. Iyaa saya memang belum pernah membuat butter cake. Biasanya saya buat sponge cake, yang rasanya lebih ringan dan kurang mengenyangkan dibanding butter cake. Butter cake teksturnya memang lebih padat, dibuat dengan cara mengocok butter dan gula, baru dimasukkan telur satu persatu. Sedangkan sponge cake dibuat dengan cara mengocok telur dan gula hingga mengembang sehingga tekstur cake nanti mirip sponge.

Percobaan pertama devil`s food cake ini sebenernya kurang maksimal karena memang dibuat dengan terburu-buru. Saya awalnya ingin memberikan surprise ke mas suami dengan membuat cake coklat yang pasti bikin doi happy. Dan pikiran ini baru terlintas siang-siang, langsung deh search resep. Piihan jatuh ke devil`s food cake karena katanya cake ini patut dicoba untuk para pecinta coklat dan ya memang saya penasaran sekali membuat  devil`s food cake dan Opera cake. Namun karena agak muri (baca: gak mungkin) membuat Opera Cake dalam waktu singkat akhirnya diputuskan akan membuat devil`s food cake saja

Selanjutnya ke supermarket cari bahan yang nggak ada di rumah (masih pakai versi santai-santai karena sekalian ajak Yuka main lihat kucing, anjing, ikan yang ada di supa), dan baru mulai berkutat dengan cake sekitar jam 4 sore. Saya buat ganachenya terlebih dahulu baru cake coklatnya.  Sembari memanggang cake, ngelonin bayi yang mulai ngantuk. Saya buat adonan dan manggang cake sampe 2x karena ovennya kecil (cuma muat 1 loyang ) dan buru-buru buka jendela supaya udara dingin di luar (winter season) mempercepat dinginnya cake yang harus segera saya hias sebelum si kakak bangun dan mas suami pulang, kan ceritanya surprise hehehe. 

Karena nggak sabar dan waktunya mepet, akhirnya ganache yang belum terlalu kental disiramkan ke cake yang belum terlalu dingin. Hasilnya ? ganache rada mencair dan tak membentuk lapisan tebal coklat yang biasanya ada di devil`s food cake. Sisa ganache juga menjadi lumayan banyak yang kemudian diberdayakan menjadi selai coklat.

Saya pakai resep Devil`s Food Cake Martha Steward yang sudah dimodifikasi di blog mbak Ricke , yang kemudian saya modifikasi lagi dan ganache  saya kreasikan sendiri. Oya resep yang saya tulis disini sudah dibuat ukuran 1/2 resep, dapat 2 loyang ukuran 18-20 cm (tergantung mau setinggi apa cakenya, saya pakai 18 cm ).

 Devil’s Food Cake

Adapted from : http://www.marthastewart.com/318202/moist-devils-food-cake, modified by : mbak Ricke and Dapur Arfenda

Untuk : 2 buah loyang ukuran 18 cm ( 1 resep untuk 3 loyang uk 22-24 cm, saya bikin 1/2 resep saja)

Bahan Cake (ukuran 1/2 resep) :

  • Unsalted butter 170 gram (saya pakai campuran butter dan margarin )
  • Coklat bubuk 30 gram
  • Air panas 60 ml
  • Gula pasir 150 gram ( saya 140 gram, resep asli 225 gram)
  • Vanilla essence 1 sdt ( skip)
  • Telur ukuran besar 4 butir, kocok(dengan garpu/ whisk) hingga rata
  • Tepung terigu protein rendah atau cake flour 180 gram
  • Baking soda 1/2 sdt
  • Susu cair 120 ml
  • Garam 1/4 sdt (saya skip karena sudah pakai margarin)

Note :  diresep modifikasi mbak Ricke pakai filling selai apricot atau marmale dan simple sirup, saya gak pake sama seperti resep aslinya.

Bahan Ganache ( ala Dapur Arfenda ):

  • Coklat blok/ DCC  200 gram, potong kecil-kecil
  • Whip cream cair 200 gram
  • Susu cair 30 cc

Cara Membuat  :

  • Buat ganache terlebih dahulu. Campur semua bahan dipanci, masak hingga coklat larut, aduk rata, matikan api. Setelah tidak terlalu panas, masukkan kulkas agar mengental. Sebaiknya dibuat beberapa jam sebelumnya agar saat dipakai sudah benar-benar kental.
  • Ayak tepung terigu, coklat bubuk, garam (jika pakai), dan soda kue, sisihkan.
  • Panaskan oven suhu 160-170 derajat, alasi loyang dengan baking paper.
  • Campur air panas dengan susu cair, aduk rata.
  • Kocok mentega (saya campur mentega dengan margarin) dengan mixer kecepatan rendah hingga lembut, masukkan gula sedikit demi sedikit, kocok hingga lembut dan rata.
  • Ke dalam kocokan mentega dan telur tadi, masukkan cairan dan ayakan tepung berselang-seling, hingga semua habis (mixer dengan kecepatan rendah).
  • Bagi adonan menjadi 2, tuang ke loyang masing-masing, lalu panggang hingga matang (lakukan tes tusuk, jika sudah tidak menempel berarti matang)
  • Keluarkan cake dari loyang, dinginkan. Setelah dingin, oleskan dan hias dengan ganache yang sudah mengental.
  • Masukkan ke kulkas sebentar, potong-potong sesuai selera.

Note :

  • Di resep aslinya,  coklat bubuk dicampur ke air panas hingga membentuk pasta kemudian ditambahkan susu cair. Tetapi pada prakteknya, karena suhu agak dingin pasta jadi malah mengeras alhasil susah bercampur dengan susu cair, jadi saya tulis cara lainnya yakni campur  coklat bubuk dengan tepung seperti membuat cake pada umumnya.
  • Adonan cake memang terlihat kental, namun akan lebih mencair ketika dipanggang (butter larut). Cake akan terlihat mengembang kala dipanggang tapi saat matang menjadi agak turun.
  • Cake ini menurut saya tidak senyoklat yang saya bayangkan, mungkin karena takaran coklat bubuk di resep yang memang kurang banyak serta gula yang dikurangi dari resep asli ( 225 gram menjadi 140 gram). Rasa coklat di cake tidak berbeda jauh dengan cake coklat  yang pernah saya buat sebelumnya (lihat disini), hanya saja yang ini tipe butter cake, jadi rasa lebih seret, padat dan mengenyangkan. Namun rasa kurang nyoklatnya cake menjadi tertutupi memang kala dimakan bersama ganache. Jadi oleskan ganache yang cukup banyak agar lebih terasa nyoklat.
  • Oleskan ganache setelah cake dingin supaya coklat tidak meleleh dan hasil olesannya (luar dan diantara dua lapisan cake ) cukup tebal, tidak seperti cake saya hehehe..

Selamat mencoba…

 

 

15940326_10211780156129979_6856229879781234209_n.jpg

Respon mas suami ketika dikasih cake ini happy pastinya, tapi sebenarnya gagal bikin itu jadi surprise karena mas suami udah liat tumpukan cucian piring yang menggunung dan coklat sisa ganache dimana-mana hehehe. Oiya dan mas suami juga bawain kebab halal yang sebenarnya saya pengen sejak beberapa hari lalu tapi saya memang gak ngomong.. hihihi jadinya sama-sama pengen ngasih surprise, saya bikinin devil`s food cake, mas suami beliin saya kebab..

Bikin pasangan seneng itu ternyata sederhana 🙂

 

Itabashiku, 2 Feb 2017, 10.00 JST,  6-7 derajat C, real feel 4 derajat

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s