Bikin Cilok Yuk..

Bismillah..

Sembilan belas Februari, pertama kalinya saya jikken cilok. Pasalnya ada event NCC online yang hendak saya ikuti, NCC onde-onde week temanya yakni seputar masakan berbentuk bulat (tak harus onde-onde). Untuk event ini, pada awalnya saya ingin membuat onde-onde kabocha, kabocha pun dibeli dan dikukus.. Namun yang tereksekusi adalah roti kabocha super empuk (resep belum ditulis karena masih dalam tahap uji coba, hehehe bahasanya sok keyen). Onde-onde kabocha pun dicoret, selanjutnya terpikirkan klepon. Tepung mochi dan kelapa parut kering dibeli, namun yang dibuat lagi-lagi berbeda dengan tujuan awal, yakni urap. Baiklah, klepon pun dicoret. 

Setelah berpikiiiir cukup panjang *lebay lebay* menu yang terpilih adalah cilok, si aci dicolok. Daaan demi jikken cilok ini, saya pun menghabiskan hampir 2/3 tepung tapioka di rumah yang sebenarnya diperuntukkan untuk membuat bakso bulan depan..hiks..bakso bakso semoga rejeki

Cilok, cireng dan masakan yang berbahan utama tapioka merupakan salah satu masakan yang cukup tricky bagi saya. Jika takaran tapiokanya kebanyakan hasilnya akan terlalu kenyal bahkan alot seperti sendal jepit (perumpamaan aja yee 😀) kala sudah dingin, namun jika terlalu banyak terigu tentu juga tak enak..

Di Jepang, tempat domisili saya saat ini, tepung tapioka atau sagu sebenarnya tak mudah dicari, kita harus membeli di toko tertentu *kadang perlu ongkos atau delivery fee* seperti Kaldi, Jupiter atau toko yang menjual bahan makanan Indonesia daaaan yang terpenting *bagi bendahara keluarga macam saya* harganya pun tak murah  hampir 400 yen/500 gram. Biasanya untuk resep yang menggunakan tapioka atau sagu, saya menggantinya dengan katakuriko (tepung kentang/ potato starch) yang harganya murah 100 yen/300 gram *asas ekonomi harus diterapkan* dan mudah didapatkan di supermarket. Namun makanan seperti cilok, cireng atau bakso, beberapa teman menyarankan untuk tidak menggunakan katakuriko agar hasilnya maksimal *note: saya pernah bikin bakso dan cireng pakai katakuriko sih*

Berbicara soal cilok, jadi mengingatkan saya ke zaman masa SD dimana ada abang cilok yang berjualan di luar pagar sekolah. Namun seingat saya bakso cilok yang dibeli kala itu rasanya tidak kenyal, lebih mirip bakso.. mungkin kah karena itu juga abang-abang yang menjual menulisnya sebagai bakso cilok ? atau mungkin juga saya yang lupa rasanya karena kan sudah lama sekali *inget-inget neng Fenda*.. Yang jelas setelah membaca-baca dan bertanya ke teman yang dulunya berdomisili di Bandung, saya pun jadi tahu bahwa cilok itu rasanya kenyal, mirip seperti cireng (aci digoreng).

Kebanyakan orang membuat cilok dengan takaran tapioka dan terigu 1:1 tetapi di resep ini saya melebihkan terigunya sedikit. Saya tambahkan sekitar 10 gram terigu lagi per 50 gram tapioka dan 50 gram terigu. Hasil ciloknya tabeyasui (mudah dimakan), enak dan tetap kenyal. Saat sudah dingin pun, rasa alotnya tidak keterlaluan dan  enak dimakan meskipun memang pasti lebih empuk, tabeyasui dan lebih enak jika dimakan saat hangat-hangat.

Cilok dan Saus Kacang

By: Arfenda Puntia (Dapur Arfenda)
Untuk 40an buah cilok (bergantung ukuran)

Cilok

Bahan :

  • Tepung tapioka 150 gram
  • Tepung terigu protein sedang (all purpose flour) 180 gram
  • Bawang putih bubuk 1/2 sdt atau bawang putih 1-2 siung parut/cincang halus
  • Irisan daun bawang secukupnya
  • Gula 3/4 sdt, Garam 1-1,5 sdt, Merica bubuk 1/4 sdt (atau sesuai selera)
  • Air panas 250-300 ml (secukupnya saja sampai cilok bisa dibentuk, boleh pakai air biasa atau air kaldu)

Cara Membuat :

  • Campur tepung terigu, tepung tapioka, bawang putih, irisan daun bawang, gula, garam dan merica. Aduk rata.
  • Tambahkan air panas sedikit demi sedikit hingga cilok bisa dibentuk, bentuk bulat-bulat seperti membuat bakso.
  • Rebus adonan cilok yang telah dibentuk tadi, tunggu hingga cilok mengapung, angkat.
  • Panaskan kukusan, kukus cilok yang telah direbus tadi. Sajikan cilok hangat-hangat bersama saus kacang.
    Note : jika tidak ingin dikukus, rebus cilok lebih lama untuk memastikan bagian dalam cilok matang.

Saus kacang

Bahan :

  • Kacang tanah goreng 100 gram (saya pakai kacang siap makan/ peanut butter, jadi tak repot menggoreng)
  • Bawang putih bubuk 1/2 sdt atau bawang putih 1-2 siung
  • Gula merah 25 gram
  • Garam 1/2 sdt (secukupnya)
  • Merica bubuk 1/8 sdt
  • Air 300 cc
  • Daun salam 2 buah
  • Kecap 1/2- 1 sdm
  • Cabe sesuai selera
    Note: bila kurang manis bisa ditambahkan gula pasir

Pelengkap :
Kecap manis dan saus sambal

Cara membuat :

  • Haluskan kacang goreng, cabe dan bawang putih (bisa ditambahkan air saat memblender supaya mudah).
  • Masak di wajan, tambahkan daun salam, gula merah, garam, merica bubuk, kecap, air.
  • Masak hingga saus agak mengental, cicipi rasanya.
  • Sajikan bersama cilok.

image

Arfenda Puntia (Dapur Arfenda)

Itabashiku, 24 Feb 2017, 10.20 JST, cerah berangin,  7 derajat C, feel like 1 derajat (udah beberapa hari ini anginnya kenceng teruus)

Advertisements

One thought on “Bikin Cilok Yuk..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s