Makan Malam di Halal Ramen Honolu Ebisu

Sepulang dari pengajian keluarga di Nakamachidai hari Sabtu 18 Februari 2017 lalu, tepat di stasiun Shibuya saya pun tersadar di rumah tak ada lauk untuk makan malam *lebih tepatnya sadar kalau lagi malas masak hahaha*. Kata si bos, yuk makan ramen aja *meski kami sempat bingung antara makan indomie atau makan diluar.. Bendahara mengiyakan dengan syarat makannya nggak pake kalap dan mesen banyak, walau pak bos bilang “aku yang bayar”..asiiikk

image

Kami pun menuju stasiun Ebisu yang hanya berjarak 1 stasiun dari Shibuya. Jalan sekitar 7-10 menit (tergantung kecepatan kaki melangkah) untuk menuju kedai ramen yang dituju. Melewati skywalk di stasiun Ebisu yang menyenangkan “jalan panjang namun tak perlu berlelah lelah karena ada eskalator yang membantu meringankan langkah kaki”.

Untuk  petunjuk arah lengkap dapat dibaca di  facebook Halal Ramen Honolu Ebisu

image
jalan di skywalk

Keluar dari skywalk, jalan sebentar lagi, lalu sampailah kami di sana. Resto ramennya mungil, namun tempatnya lebih besar dan lebih banyak memuat orang dibandingkan ramen Honolu di Nihonbashi. Saat kami datang, ada beberapa orang yang juga sedang mengisi perut di tengah dinginnya malam di musim dingin pula . Oiya, jika saat di Honolu Nihonbashi kami dilayani oleh orang Malaysia, kali ini yang melayani kami orang Indonesia yang mungkin sedang baito (part time) disana.

Kami menuju lantai 2, tempat lesehan nyaman agar kakak bebas bergerak dan berlalu lalang. Sempat pula berbincang sebentar dengan orang Indonesia lainnya, sang ibu-bapak dan anaknya (seorang mahasiswa di Jepang) yang sedang duduk lesehan sehabis makan. Ketika mereka pergi kami bertiga pun menjadi tiga dari 12 kapasitas pelanggan yang duduk di lantai 2. Bebas pindah pindah dari 3 meja yang ada.

image
Tempat lesehan di lantai 2 yang nyamaan (1 meja bisa untuk 4 orang, jadi total 3 meja 12 orang) dan Alhamdulillah ada tempat sholat meski hanya memuat 1 orang

Halal Ramen Honolu Ebisu adalah cabang ramen Honolu ke 2 di Tokyo (setelah ramen honolu Nihonbashi) yang me-reopen kedai ramennya menjadi ramen halal. Baca juga cerita kami mencicipi ramen dan tsukemen di Ramen Honolu Nihonbashi.

Buka setiap hari pk. 11.30-14.30 JST dan pk. 17.00-22.00 JST ( 21.30 last order) , untuk liburnya mereka irregular, jadi baiknya ditelpon dahulu terutama untuk hari libur atau hari minggu( no. telp  03-5734-1667).

Harga-harga makanan di ramen Honolu Ebisu nampaknya tidak berbeda dengan ramen Honolu  Nihonbashi. Untuk nasi sepertinya turun harga, karena sebelumnya tertulis 100 yen namun saat disana Alhamdulillah kami cukup membayar 80 yen (kalau ngga salah ingat). Untuk harga-harga makanan lainnya,  bisa dilihat disini .

Kami memesan 1 spicy ramen ukuran large atau oomori, seharga 930 yen (porsi normal)+100 yen (tambahan untuk porsi besar), kaarage 580 yen dan nasi 80 yen. Seperti biasa minum gratis, jadi tak perlu mengeluarkan kocek lebih untuk biaya minum. Di sini juga ada bon cabe level 10 dan 15, kalau-kalau di rasa masih kurang pedas, bolehlah ditambah bon cabe.

Beberapa lama kemudian pesanan kami datang. Porsi ramen cukup besar untuk dimakan 1 orang, jadilah saya ikutan icip-icip dan memang pak bos sengaja pesan ukuran large agar bisa dimakan romantis berdua.. Dan si petok petok *kalau bahasanya kakak* karaagenya tampil begitu menggiurkan, ada sekitar 5 potong.

Kami pun segera icip-icip..

Review ala Fenda dan Kholil

image

Topping ramen terdiri dari potongan daun bawang, cabe, ayam cincang, nori, chicken chasu, dan jagung pipil. Kuahnya tipikal kental seperti ramen ayam ya, we love it. Rasa dan aroma ayam begitu kuat, cukup pedas walau masih bisa ditoleril untuk lidah kami,  wong jowo. Untuk kuah ramen sebenarnya enaak, namun (menurut kami) rasanya agak hambar terutama bagi lidah orang Indonesia sehingga kurang nendang.

image
karaage yang kriuk kriuk enaaaak

Sedangkan karaagenya, renyaaah dan kriuk banget, terasa gurih dan manis. Sepertinya ayam direndam bumbu atau diungkep (kali ya) agak lama sehingga bumbunya benar-benar meresap. Karaagenya juara banget lah, walaupun masih penasaran sama spicy karaage (680 yen) yang menurut teman saya, mbak Adek enak banget tetapi karena si kakak ikut makan jadi saat itu kami pesan yang biasa saja (non spicy). Btw, lebih enak lagi kalau karaage dimakan tanpa nasi alis digadoin dan dalam jumlah banyak hehehe sayang menurut bendahara keluarga pak Kholil harganya cukup lumayan untuk 5 potong kecil ayam *perhitungan*.

Selain beragam ramen, ada pula spicy tsukemen ala Honolu yang enaaak banget (kami makan yang di Halal Ramen Honolu Nihonbashi, semoga rasa yang di Ebisu juga sama enaknya) dan beragam makanan lainnya seperti takoyaki, gyoza, sukiyaki, teriyaki.

Ayooo kita dukung resto halal di Jepang dengan mencobanyaa 🙂

Review makanan halal di Tokyo ala Fenda dan Kholil lainnya bisa dibaca di Halal Food in Tokyo

Itabashiku, 5 Maret 2017, 14.30 JST, ceraah ceria, 14 derajat real feel 16 derajat, pantesan tadi pulang belanja nggak pakai jaket pun rasanya nggak terlalu dingin.. *me time ketika suami lagi nemenin si kakak sepedaan di koen*

Advertisements

7 thoughts on “Makan Malam di Halal Ramen Honolu Ebisu

  1. mama Yuka rajin bingit nulisnya, alhamdulillah makin rame ya isinya, good job mom

    insyaAllah kami mau ke Tokyo besok Jumat tgl 10 maret, mau ke KBRI trus ke tempat kakak di Meguro. Yuka chan rumahnya di mana ya?
    blognya manfaat banget buat panduan jalan jalan di Tokyo 🙂

    Liked by 1 person

      1. Tp pernah liat di web org jepang bumbu karaage kok cuma garam sama lada mbak. Fenda belum pernah nyoba karaage resto Jepang lain sih mbak apa rasanya bervariasi yaak

        Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s