Menilik Program Imunisasi Anak di Jepang

Setelah bayi lahir, sederet jadwal imunisasi menanti. Tak terkecuali ketika anak pertama kami lahir di Sapporo, Jepang. Sama seperti di Indonesia, di Jepang juga ada imunisasi bersubsidi alias gratis dan imunisasi berbayar. Imunisasi gratis antara lain PCV (pneumococcal conjugate vaccine), vaksin  Haemophilus influenzae type b (Hib), DPT (difteria-tetanus-pertusis), polio injeksi (IPV), BCG, cacar air (varicella), campak-rubella (MR), Human Papillomavirus (HPV), Japanese Ensefalitis (JE) -khusus wilayah Hokkaido, JE merupakan vaksin yang berbayar-, sedangkan imunisasi berbayar antara lain vaksin hepatitis B (khusus untuk ibu hamil yang terinfeksi hepatitis B/Hbsag positif akan diberikan vaksin hepatitis B secara gratis kepada bayi, UPDATE saat ini imunisasi Hep B sudah gratis, kalau pas Yuka dulu masih bayar), hepatitis A, gondong (mumps), rotavirus, influenza (dibeberapa daerah influenza gratis, tetapi di Tokyo tempat kami tinggal sekarang bayar)

 Yuk pelajari jadwal imunisasinya…
Jadwal imunisasi di Jepang ini cukup banyak berbeda dengan jadwal imunisasi yang direkomendasikan di Indonesia, hal ini tentu dikarenakan prevalensi penyakit yang berbeda-beda di tiap negara.

Tabel  Imunisasi di Jepang (2014) bisa dilihat disini 

Tabel imunisasi di Indonesia rekomendasi IDAI (2016) bisa dilihat disini 

Berdasarkan pengalaman, selain jadwal yang sedikit berbeda, sebagian besar jenis vaksin yang digunakan di Jepang adalah jenis tunggal kecuali DPT-IPV( difteri, pertusis, tetanus-polio injeksi ) dan MR ( campak-rubella). Namun pemberian vaksin dapat dilakukan secara simultan yaitu 2 hingga 4 kali suntik vaksin yang berbeda sekali datang ( bergantung dokter dan jadwal imunisasi). Waktu Yuka ada dokter yang mau sekaligus, ada juga yang hanya dua vaksin atau bahkan hanya satu jika yang disuntikkan vaksin hidup. Jadi sesuai kebijakan dokternya. Secara umum semua vaksin itu boleh kok simultan/ diberikan pada waktu yang bersamaan (asal udah sesuai umurnya yaaa).

Saatnya imunisasi..
Imunisasi nantinya akan dilakukan di klinik anak atau rumah sakit, kecuali imunisasi BCG yang terkenal dengan cap 18-nya dilakukan di health center kecamatan tempat si anak tinggal sesuai jadwal yang sudah ditentukan-waktu Yuka begitu (namun ada juga yang tetap diklinik, tergantung kebijakan daerahnya). Health center kecamatan mengirimkan surat yang berisi formulir dan jadwal imunisasi BCG Yuka sekitar 1 bulan sebelumnya. Di Sapporo sendiri pemberitahuan imunisasi BCG akan dikirim lewat pos bersamaan dengan formulir untuk cek up gratis kesehatan bayi pada usia 4 bulan dan 10 bulan.

Ketika usia bayi telah sesuai dengan jadwal imunisasi, bermodalkan buku boshitecho, kupon imunisasi, kartu asuransi, kartu anak, dan kartu rumah sakit, saya dan mas suami K membawanya ke rumah sakit terdekat setelah sebelumnya melakukan reservasi agar tidak perlu menunggu lama. Kami biasanya juga menggunakan waktu menunggu giliran imunisasi untuk menimbang si bayi cantik karena di sini tidak rutin menimbang bayi saat imunisasi seperti halnya di negara kita.

Sebelum imunisasi, dokter akan memeriksa bayi terlebih dahulu. Penyuntikan vaksin akan dilakukan pada lengan. Setelahnya kita akan diminta menunggu 30 menit untuk menilai adanya reaksi alergi atau tidak.  Selanjutnya buku boshitecho yang telah tertempel label vaksin yang tadi disuntikkan akan dikembalikan. Jangan lupa mengecek kembali isi buku boshitecho sebelum pulang. Oiya, FK imunisasi Y di tempat berbeda、pernah di klinik anak RS Kiinikyo dan klinik anak Sapporo Maternity Women Hospital dan 2 klinik di Tokyo. Tidak masalah beda tempat, asalkan membawa catatan imunisasinya yaa..

Sebagai seorang ibu, saya juga seringkali tak tega kala melihat buah hati berulangkali disuntik, menangis dan kesakitan. Hingga kerap kali mengajak suami ketika mengimunisasi Yuka. Namun terlepas dari itu, saya juga bersyukur dan rasanya ucapan terimakasih pun tak akan cukup untuk orang tua saya yang telah melengkapi imunisasi sebagai hak saya dan adik-adik. Kini giliran kami sebagai orang tua melakukan ikhtiar kesehatan dengan melengkapi imunisasi untuk anak-anak kami.

Ditulis oleh Arfenda Puntia

Sapporo, 14 Agustus 2015, direvisi Mar 2017

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s