Betutu Tenderloin Chicken (Ayam Betutu versi Tanpa Tulang dan Kencur)

image.jpg
Menu Ramadhan hari ke 5, 31 Mei 2017 (kurma, burjo, tumis rebung wortel telur (sisa isian lumpia), baby leaf salad, roti isi coklat -beli yg ini)

Menu utama hari ini ayam betutu, tetapi versi gak pakai kencur *karena saya gak suka dan gak punya* dan ayam tanpa tulang (saya pakai bagian tenderloin). Dari hasil googling, ayam betutu adalah ayam utuh yang dibumbui oleh aneka macam bumbu (ada banyak versi memang), ada yang disajikan berkuah, kering dan ada yang versi dipanggang untuk menambah kelezatannya. Buat yang belum kenalan sama ayam betutu bisa baca penjelasannya di sini. Saya sendiri membuatnya versi diungkep dengan aneka bumbu betutu, dimasak hingga air menyusut.

Kalau biasanya ayam betutu yang disajikan berupa ayam bertulang (terkadang bumbunya dimasukkan ke ayam agar lebih meresap serta menggunakan daun singkong), kali ini saya menggunakan bagian tenderloin ayam (ayam boneless) yang memang sering sekali saya beli.

Rasanya pedas, gurih santan dan ada citarasa terasi serta kencur. Saya belum pernah coba ayam betutu asli *yang beli maksudnya*, tetapi semoga yang ini gak beda jauh ya rasanya. Kata mas suami ueeenak.. Hanya ntah mengapa warnanya merah kekuningan *tapi masih kurang kuning* , harusnya kehijauan ya *diapain ya biar ijo*, next tambah lagi kunyitnya.

Berikut resep ayam betutu dengan bumbu minimalis *tapi lumayan lengkap* yang ada di dapur saya :

Ayam Betutu

Bahan :

  • Ayam 1/2 kg (mungkin sekitar 1/2 ekor ayam ukuran kecil), lumuri dengan air jeruk nipis/lemon supaya tidak amis (optional)
  • Bumbu betutu :

– Bawang merah 5 butir, iris kecil kecil/ blender/ulek kasar
– Bawang putih 2 butir, iris kecil-kecil/blender/ulek kasar
– Cabe merah keriting atau besar 2, iris kecil-kecil/ blender/ulek kasar
– Cabe rawit 2-3 (tergantung suka pedas kah?), iris kecil-kecil/ blender/ulek kasar
– Kemiri 2, ulek
– Ketumbar bubuk 1/2 sdt
– Jahe bubuk 1/4 sdt
– Kunyit bubuk 1/2 sdt
– Merica bubuk 1/4 sdt
– Pala bubuk 1/4 sdt
– Terasi 1/2 sdt
– Garam, gula pasir secukupnya
– Lengkuas 1-2 ruas
– Serai 1 batang, memarkan
– Kencur 1-2 ruas (saya gak pakai)
– Daun salam 2, sobek-sobek
– Daun jeruk 2, sobek-sobek

  • Minyak untuk menumis
  • Santan cair (30 ml santan kental dengan 200 cc air)

Note : bumbu boleh diblender/ulek kasar atau iris kecil-kecil

Cara membuat :

  • Tumis semua bumbu hingga harum, masukkan ayam, masak hingga ayam berubah warna.
  • Tambahkan santan, tutup wajan, sesekali diaduk dan dibolak balik. Masak hingga airnya menyusut. Sajikan atau panggang terlebih dahulu sebelum disajikan.
image
gak sempet foto foto cantik 😁

Rasanya enaaaak *walau mirip seperti ayam rujak, karena kurang kuning*, tapi belum bisa bandingin sama yang asli *beli*, semoga dapet kesempatan nyobain ayam betutu langsung di Bali, Amiin

Arfenda Puntia (Dapur Arfenda)

31 Mei 2017, Ramadhan hari ke 5

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s