Puding Nasi (Roz bel Laban), Takjil Lezat ala Mesir

Bismillah..

Pertama kali saya mencobanya ketika melewatkan Ramadhan pertama di Jepang, tepatnya di Sapporo. Saat itu yang bertugas menghidangkan menu buka puasa adalah teman-teman dari Mesir, bagi saya rasanya ketika itu biasa saja. Namun siapa sangka, di tahun berikutnya takjil ini menjadi favorit dan dinanti ketika ada orang Mesir yang bertugas menghidangkan/memasak menu buka puasa di masjid Sapporo.  Saking sukanya, mas suami pun mengalah, menyimpan se-cup kecil Roz bel Laban untuk dimakan saya, sang istri tercinta 😀 *arigatou honey.. Karena begitu sukanya, dan tak puas hanya makan 1-2 cup kecil, saya pun berinisiatif membuatnya. Ternyata tak sulit, jadilah sudah hampir 2 tahun lebih (and still counting :D) saya bolak balik membuat sepanci Roz bel Laban yang lezat ini.

 Roz bel Laban adalah salah satu dessert Mesir yang cukup popular. Rasanya creamy dan manis. Dibuat dari beras/nasi, yang dimasak dengan susu, gula dan sedikit kayu manis.

image
Puding nasi pakai beras Jepang koshihikari (punya saya dari perfektur Mie)

Kita bisa membuat Roz bel Laban ini dari beras atau nasi. Jika ingin lebih simpel, gunakan saja nasi *terlebih jika sedang ada nasi berlebih*. Kelebihan memasak puding nasi dengan beras adalah rasa susu yang menurut saya lebih dominan dan menyerap ke setiap butir nasi di pudding. Saya lebih sering memasaknya dengan nasi langsung dengan alasan simpel dan menghemat waktu, jadi tinggal tambahkan air, susu cair, gula dan kayu manis bubuk, lalu masak hingga menjadi bubur.  Tetapi kali ini kebetulan saya membuatnya dengan beras karena jumlah nasi yang ngepas buat makan malam (buka puasa)

Puding Nasi (Roz bel Laban)

Untuk sekitar 6 wadah ukuran 150-180 ml

 Bahan :

  • Beras (Jepang/pulen) 1 cup
  • Air 4 gelas atau 800 ml
  • Susu cair 2,5-3 gelas atau 500-600 ml
  • Gula pasir 15-20 sdt
  • Bubuk kayu manis 1/4 sdt

Note :

  • Bisa pakai susu kental manis, takaran air dan gula disesuaikan
  • Takaran air dan susu cair bisa berbeda, sesuaikan saja dengan beras yang digunakan, intinya dimasak hingga menjadi bubur kental

Topping : kismis dan kelapa parut kering

 Cara membuat :

  • Masak beras dengan 3 gelas air di panci, setelah air menyusut separuhnya, tambahkan 1 gelas susu cair, aduk-aduk terus hingga air menyusut, tambahkan susu 1 gelas lagi, gula pasir dan kayu manis. Aduk-aduk (supaya tidak gosong dibagian bawah), tambahkan lagi 1/2-1 gelas susu cair dan 1 gelas air, masak hingga menjadi bubur (jika belum empuk, bisa ditambahkan air/susu cair lagi secukupnya).
image.jpg
puding nasi saya kali ini agak kecoklatan karena pemakaian gula pasir coklat

 

  • Taruh puding nasi di wadah/cup, beri kismis dan taburan kelapa parut. Masukkan kulkas, karena disajikan ketika dingin lebih lezat.
image
Aslinya kecoklatan begini karena gula pasir coklat 😁 (btw saya pakai wadah 180 ml yang saya isi 3/4nya)
image
setelah edit white balance 😅, biar warnanya mirip seperti puding nasi yang saya makan di masjid Sapporo

Note :

  • Jika menggunakan nasi, masak kembali nasi dengan air, susu cair, gula dan kayu manis hingga menjadi bubur.
  • Sepertinya tidak menutup kemungkinan dimasak dengan rice cooker ya (pakai mode menu bubur/ jika rice cookernya ada menu tombol bubur), hanya saja saya belum pernah buat dengan rice cooker sih..

 

Meminimalisir kesalahan pemberian gula dan garam 😆😆, soalnya pernah jus alpukat dikasih garam 😂😂  kebuang deh akhirnya..

image.jpg

 

So, ada yang suka puding nasi ini juga?

Arfenda Puntia (Dapur Arfenda)

Inzai shi, Chiba, 14 Juni 2017, catatan menu takjil Ramadhan hari ke 19.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s