Raisin Rye Bread, Obsesi Rye Bread

Bismillah.. 25E5AB8D-9220-43F5-8B9F-00CF04A1F552

8616221B-D8FA-4BA7-9B14-12DAA7B04889.jpeg

Pagi-pagi udah eksperimen roti di dapur 😬, padahal belom masak wkwkwk hari libur bawaannya malas, apalagi sekarang bakulan buku di @yasashiihanastore (Instagram), jadi suka lupa waktu liat liat sosmed 😂.

Karena bikin roti itu butuh waktu lama jadi sambil nunggu fermentasi kita bisa sekalian masak ^^

Masih dalam rangka edisi menghabiskan tepung rye, yeiy sekarang tinggal 100 gram lagi 😬. Kali ini bikin model roti keras tapi dalamnya empuk (jangan bayangkan seempung white bread yaa).

Saya sukaaak banget tipe roti begini 😍. Buatnya sekalian banyak aja biar capeknya sekalian *pegeeel*. Biar inget, sekalian catet resepnya diblog, mana tau ada yang mau recook *geer*
Berikut resepnya, mudah-mudahan selera kita sama 😊

Raisin Rye Bread ala Dapur Arfenda

Bahan :

  • Tepung Protein tinggi 250 gram
  • Tepung rye 90 gram
  • Gula 50 gram (boleh lebih jika suka manis)
  • Ragi 6 gram
  • Air hangat (40 derajat) 180-190 gram atau ml (tadi saya 185 gram)
  • Unsalted Butter 25 gram
  • Garam 2-3 gram
  • Kismis/Raisin 120 gram

Taburan : 2 sdt tepung terigu protein tinggi

Cara membuat :

  • Campur setengah bagian terigu dan tepung rye, ragi instan 6 gram, gula 50 gram, air hangat. Aduk rata dan cepat sampai agak berbuih. Tambahkan separuh tepung terigu, tepung rye, 25 gram unsalted butter dan garam. Campur rata.
  • Uleni adonan. Uleni : gerakan cuci baju, roll V dengan pergelangan tangan karena adonan cukup banyak. Tidak perlu dibaning-banting. Uleni sekitar 15 menit atau hingga kalis (lembut, tidak lengket dan permukaan mulus).
  • Bulatkan adonan, pipihkan hingga membentuk persegi ukuran 18-20 cm. Taburkan kismis secara merata. Gulung kembali dan uleni sedikit.
  • Bulatkan lagi. Lalu fermentasikan hingga adonan mengembang 2x lipat atau bisa pakai mode fermentasi di oven (suhu 40-45 derajat selama 30 menit)
  • Lakukan tes tusuk untuk menilai kecukupan fermentasi (celup jari ke terigu, lalu tusukkan ke adonan jika tidak menutup kembali berarti sudah cukup)
  • Bagi adonan menjadi 2 bagian (sekitar 350 graman per adonan)
    Bulatkan, istirahatkan 10 menit.
  • Pipihkan adonan membentuk persegi/persegi panjang, gulung dan bentuk memanjang (bentuk disesuaikan selera)
  • Gulingkan adonan ke tepung terigu
    Fermentasikan lagi (saya pakai mode fermentasi oven 40-45 derajat 20-30 menit).
  • Panaskan oven 220 derajat 5-10 menit
  • Iris bagian atas dengan pisau, semprotkan sedikit air (optional, sesuai selera)
  • Panggang dengan suhu 220 derajat selama 14-18 menit atau hingga bagian bawah kecoklatan.
  • Iris iris setelah dingin, supaya roti gak mempet sepeti foto dibawah ini hehe
2645707B-38E4-4D38-8537-36323B1AD697
Diiris pas masih panas wkwkwk jadi begini deh, mempet gak keliatas jelas seratnya. Oiya ini Rotinya padat, permukaan luar keras/alot tapi dalamnya empuk (gak seempuk white bread)

387B8A9B-C575-4CD9-A10B-A828C557E0A2

Diiris setelah dingin, jadi lebih bagus (keliatan berserat) dan ga mempet spt foto diatasnya tadi

Note : untuk membuat roti tipe seperti ini, keras bagian luar empuk bagian dalamnya,adonan harus dipanggang dengan suhu tinggi, oven saya cocok dengan suhu 220 derajat. Suhu bisa disesuaikan dengan oven masing-masing. Misalnya ketika saya pakai oven toaster saya cukup pakai 170-180 derajat ( kalau >200 gosong hehehe). Jika tepung rye gak ada bisa diganti tepung protein rendah. 

Arfenda Puntia, Dapur Arfenda
Inzai shi, 20 Januari 2018, 12.40 JST, 9 derajat celcius.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s